Beranda Headline Barisan Gelandangan Baru Dampak Corona, Asep Agustian: Apa Pemda Gak Malu?

Barisan Gelandangan Baru Dampak Corona, Asep Agustian: Apa Pemda Gak Malu?

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG –¬†Pandemi Corona berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat. Dari pantauan redaksi, angka gepeng (gelandangan pengemis) di Karawang melonjak tinggi. Mereka bisa terlihat di sepanjang ruas jalan Protokol Kabupaten Karawang.

Warga yang seharusnya dirawat pemerintah ini, mirisnya, duduk berjajar sepanjang jalan pedestrian, tepat di depan gedung kantor pemerintahan daerah.

Dari pantauan TVberitaco.id, mereka mulai berkumpul di sore hari jelang berbuka puasa. Ada yang membawa becak dan gerobak miliknya naik ke atas pedestrian jalan, atau ada yang hanya duduk bersama anak-anak mereka yang masih di bawah umur di kursi-kursi taman.

Sebut saja namanya Mang Sangsang, warga Tanggul, Kecamatan Karawang Timur, yang sehari-hari berprofesi sebagai penarik becak, kepada TVBerita mengatakan jika dirinya bersama rekan-rekannya yang lain terpaksa menggelandang di Pedestrian Jalan karena usahanya mengayuh becak tidak lagi menghasilkan sejak Corona mewabah di Karawang. Sementara bantuan dari pemerintah daerah tidak juga kunjung tiba.

“Ya lumayan, kadang ada saja orang dermawan yang memberi sembako atau uang. Mamang kan sudah tidak lagi narik, sepi, sementara pan yang di rumah mah Neng, harus makan,” kata Mang Sangsang seraya tersenyum getir.

“Setiap hari mah ada aja Neng, yang kasih uang atau makanan, nunggu bantuan pamarentah mah Neng, mamang bisa kelaparan,” ujarnya lagi dengan raut muka penuh kesedihan.

Menanggapi fenomena mulai maraknya warga miskin baru di Kabupaten Karawang saat ini, pengamat politik dan pemerintahan, Asep Agustian, SH., MH., menuturkan rasa keprihatinnnya.

Dikatakan Asep, melihat kondisi warga masyarakat Karawang yang mulai marak menggelandang di sepanjang ruas pedestrian jalan Karawang Kota bahkan sampai ke sepanjang ruas jalan Galuh Mas. Menandakan bahwa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Karawang memunculkan ratusan ribu warga miskin baru, akibat terpukulnya sektor perekonomian mereka.

Dan tentunya, adalah kewajiban bagi Pemerintah Daerah untuk memperhatikan nasib warganya, agar tidak ada yang hidup dalam keadaan lapar.

“Sekarang di sepanjang jalan pedestrian Ahmad Yani, di Galuh Mas, apa Bupati gak malu, apa Pemda gak malu warganya bergerumul karena lapar berharap pemberian orang untuk makan,” kata Asep prihatin.

Ditandaskannya, kondisi ini jelas memperlihatkan ketidakmampuan Bupati dalam memimpin dan bekerja.

Bantuan yang seharusnya diberikan segera kepada warga masyarakatnya yang membutuhkan, malah masih saja diulur-ulur dengan alasan pendataan.

“Ini jelas cerminan tidak mampunya Cellica memimpin pemerintahanannya. Bahwa mereka memang tidak memiliki hati nurani dan tidak berpihak kepada masyarakatnya yang jelas-jelas tidak mampu,” tandasnya lagi.

Sementara, lanjutnya lagi, Pemerintah Pusat sudah menginstruksikan agar Pemda memberikan bantuan bagi warga masyarakatnya yang terdampak Covid-19.

“Seharusnya bantuan itu segera salurkan, apalagi katanya mau PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), belum PSBB diberlakukan saja kondisi sudah seperti ini,” ucapnya kesal.

“Apa Pemda tidak punya duit, tidak mampu, atau tidak memiliki empati dan nurani para pejabatnya,” kata Asep lagi.

“Atau Jangan-jangan di tengah Corona ini ada yang mencari kesempatan dalam kesempitan untuk modal Pilkada, karena untuk rakyatnya sendiri mereka lebih memilih mencari-cari ke swasta lalu uang APBD Karawang dikemanakan, itu uang rakyat dan rakyat sangat membutuhkannya sekarang seharusnya segera bantu, bukan terus berwacana,” pungkasnya menutup pembicaraan dengan kesal.¬†(nna/fzy)