Beranda Headline Bawaslu Jabar Bicara Soal Petahana yang Nyalon Lagi di Karawang

Bawaslu Jabar Bicara Soal Petahana yang Nyalon Lagi di Karawang

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID– Kordinator divisi Humas Bawaslu Jawa Barat, Loly Suhenti, memberi warning terhadap Bawaslu kabupaten/kota, karena informasinya ada 8 kabupaten/kota termasuk Kabupaten Karawang, yang akan Pilkada 2020, Petahana kembali maju lagi mencalonkan lagi dalam Pilkada mendatang.

“Warning diberikan kepada Bawaslu yang selenggarakan Pilkada serentak 2020, termasuk Karawang, karena informasinya Petahana kembali maju dalam Pilkada mendatang,” tandasnya.

Dia berharap, Bawaslu kabupaten/kota untuk menjaga integritas dalam melakukan pengawasan sebagai penyelenggra pemilu. Hindari konflik. Lakukan pencegahan sedini mungkin dan selalu mengingatkan kepada peserta pilkada, terutama petahana yang kembali maju untuk tidak menggunakan fasilitas negara.

“Bawaslu jaga integritas, hindari bermain mata dengan petahana terutama dalam curi start kampanye,” tandasnya.

Bawaslu Jabar juga memberikan warning dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 8 kabupaten/kota termasuk salah satunya Kabupaten Karawang, karena berkaca pada hasil evaluasi, Bawaslu Karawang merupakan urutan keempat di Jawa Barat dalam segi pelanggaran dalam Pilkada sebelumnya.

Loly Suhenti menyebut, Karawang menempati urutan ke 4 dalam penanganan pelanggaran dari 8 kabupaten/kota, yang akan menggelar Pilkada serentak 2020. Pelanggaran pada Pilkada 2015 ada 27 kasus pelanggaran Pilkada yang ditangani Bawaslu Karawang .

“Pada Pilkada 2015, ada 27 kasus pelanggaran, 14 kasus administrasi, 13 kasus pidana,” kata Loly, Kamis (27/12) saat membuka acara Refleksi Kinerja Bawaslu Karawang.

Tentu ini, kata Loly, menjadi warning bagi Bawaslu Karawang, untuk lebih spesfik dan berhati-hati dalam melaksanakan pengawasan Pilkada mendatang, dengan cara melakukan pencegahan sedini mungkin, dan meminta Bawaslu Karawang untuk menurunkan angka pelanggaran.

“Pilkada mendatang Bawaslu Karawang harus mampu menurunkan peringkat pelanggaran yang terjadi,” katanya.

Ketua Bawaslu Karawang, Kursin Kurniawan menegaskan, Bawaslu akan memperhatikan warning dari Bawaslu Jabar untuk melakukan pencegahan dalam Pilkada mendatang. Apalagi jelang Pilkada, pemilihan kepala desa juga akan digelar, sehingga rentan terhadap manuver politik dari bakal calon Bupati-Wakil Bupati untuk meraih simpati dari para calon kades.

“Kita konsisten menjalankan pengawasan dalam pilkada mendatang untuk mencegah pelanggaran dari konsestan pemilukada,” tandasnya. (tvb)