Beranda Karawang Beres, Ratusan Pedagang Pasar Baru Mau Dipindah

Beres, Ratusan Pedagang Pasar Baru Mau Dipindah

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG –¬†Rencana Pasar Baru Karawang dijadikan dijadikan projek percontohan pasar physical distancing selama pelaksanaan PSBB menemukan titik terang. Kendati awalnya protes dan sempat memanas, ratusan pedagang sayur mayur yang sebelumnya berdagang di belakang pasar tersebut bersedia dipindahkan mulai Jumat (8/5/20) ini. Mereka akan berdagang di sebagian jalan Kertabumi dan jalan Tuparev, tepat di depan pasar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag) Karawang, Ahmad Suroto mengatakan, hasil musyawarah antara Pemkab Karawang dengan pedagang dicapai kesepakatan, pedagang yang sebelumnya berjualan di belakang Pasar Baru bersedia pindah ke lokasi yang sudah disediakan pemerintah selama PSBB.

“Kalau sebelumnya mereka berjualan di jalanan belakang pasar yang merupakan akses masuk kendaraan barang. Sekarang selama PSBB mereka pindah ke jalan depan pasar. Itu sementara saja nanti setelah PSBB kita akan carikan solusi lokasi yang tepat untuk mereka berdagang,” kata Ahmad Suroto, Jumat (8/5/20).

Ahmad Suroto mengatakan, selama PSBB pedagang dibolehkan berdagang di jalan Kertabumi dan Tuparev dengan tetap mengutamakan physical distancing. Lapak para pedagang masing-masing akan diberi garis kotak di tempat dagangan untuk menjaga jarak antara pedagang dan juga pembeli. Rencananya ada 500 kotak tempat para pedagang.

“Jam operasionalnya mulai pukul lima sore hingga pukul lima pagi setiap harinya. Selama berdagang di sana mereka tidak akan dipungut retribusi,” katanya.

Sebelumnya Bupati Cellica Nurachadiana mengatakan Pasar Baru Karawang akan menjadi percontohan pasar physical distancing. Sebagian pedagang harus dipindah bergeser ke depan pasar yang merupakan jalan utama Karawang. Sebagian jalan Kertabumi dan Tuparev, selebar 4 meter dipakai untuk pedagang.

“Mereka sebelumnya dagang di belakang pasar dan sangat padat jadi harus dipindah kedepan yang sudah kita sediakan,” kata Cellica saat bertemu pedagang pada hari pertama PSBB.

Cellica mengatakan konsep pasar physical distancing ini mengadopsi pasar di Salatiga dan DKI Jakarta.

“Sesuatu yang baik itu harus kita tiru. Dan kami harapkan Pasar Baru saat ini yang menjadi pilot project pertama di Karawang dan Jawa Barat dan akan diikuti pasar-pasar lainnya. Kemudian mereka nantinya juga bisa menjual dagangannya selama 24 jam. Tapi pasar yang belum melakulan physical distancing kami batasi jam operasionalnya yakni jam 3 dini hari hingga jam 5 sore,” kata Cellica. (kb1/fzy)