Beranda News BLT Kemensos Jadi Polemik di Desa Benteng

BLT Kemensos Jadi Polemik di Desa Benteng

TVBERITA.CO.ID –¬†Warga yang terdampak pandemi Covid-19 yang berada di Desa Benteng, Kecamatan Campaka mempertanyakan haknya terkait BLT (Bantuan Langsung Tunai) dari Kemensos.

Pasalnya, warga menduga adanya kongkalikong antara aparat desa dan oknum yang mengarahkan pendataan yang didominasi untuk satu wilayah dan tidak tepat sasaran, sehingga warga yang dikategorikan harus mendapatkan bantuan Kemensos tersebut gigit jari.

“Ada sekitar 146 KK yang mendapatkan alokasi penerima BLT dari Kemensos dan mengambil di pos giro,” jelas Ketua Karang Taruna Desa Benteng Ahmad, didampingi Rudi Hartono salah satu Kordinator warga Desa Benteng, Kamis (18/6).

“Dari 146 KK kami menduga tidak tepat sasaran, karena melihat dari kondisi para penerima BLT, dibandingkan dengan warga yang juga berdampak dan bisa dikategorikan layak menerima BLT,” ungkap mereka.

“Hampir 80 persennya tidak tepat sasaran, dan sisanya merupakan pengkondisian oleh oknum yang mengarahkan operator desa untuk memasukkan warga yang tidak tepat sasaran, dan hal ini terbukti pada saat warga mendatangi kantor desa dan dihadiri oleh Muspika Campaka,” tegasnya.

“Kami sudah membuat kesepakatan, namun hingga hari ini kesepakatan tersebut tidak diakomodir dengan baik, begitu juga dengan pihak Kecamatan yang seolah ingin hal ini diredam,” ujarnya.

“Karang Taruna hanya ingin para KK yang disebut sebagai penerima yang tidak tepat sasaran agar sadar diri dan mau memberikan haknya ke masyarakat yang memang sangat layak untuk menerima bantuan, namun sayang mereka seolah tidak bergeming, ditambah lagi pihak desa dan pihak Muspika tidak tegas,” paparnya.

“Hal ini akan terus kami pertanyakan, dan tidak akan selesai sampai di sini saja, karena tugas kami adalah memperjuangkan hak warga yang layak menerima bantuan tersebut, bukan membawa unsur politis hingga mengorbankan warga,” pungkasnya. (trg/fzy)