Beranda News Bus Pariwisata Terbengkalai, Dua Dinas Saling Lempar Tanggung Jawab

Bus Pariwisata Terbengkalai, Dua Dinas Saling Lempar Tanggung Jawab

TVBERITA.CO.ID – Bus Wisata menjadi salah satu program unggulan Pemerintahan Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam upaya memudahkan wisatawan mengakses destinasi wisata sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Untuk itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyerahkan puluhan unit bus wisata ke berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, termasuk salah satunya adalah Kabupaten Karawang.

Namun sayangnya, Bus Wisata yang dinamai Kawista atau Karawang Wisata Kota ini, dibiarkan terbengkalai begitu saja di halaman belakang gedung kantor pemerintahan Plaza Pemda Karawang. Sejak diserahterimakan beberapa bulan lalu.

Terpantau di lokasi, mobil pinjam pakai berwarna ungu muda ini, diparkirkan begitu saja di bawah teriknya panas matahari.

TV Berita pun mencoba mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang, kaitan mobil yang diduga tanpa perawatan itu.

Namun Disparbud justru mengarahkan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang. Padahal mobil Kawista tersebut sudah diserahterimakan kepada Disparbud untuk pengelolaannya.

“Iya betul mobil wisata, dari provinsi yang diserahkan ke dinas perhubungan karawang, ke Dishub ya teh,” kata Dadan salah seorang Kabid di Disparbud Karawang melalui pesan WhatsAppnya.

Sementara itu, Dishub Kabupaten Karawang melalui Kabid Angkutan, Dikhy Prayoga membenarkan jika mobil Kawista awalnya dikelola pihaknya. Akan tetapi telah diserahterimakan kepada Disparbud beberapa waktu lalu.

“Beberapa waktu lalu kami mengadakan rapat, ternyata Disparbud ingin mengelola, berita acaranya pun sudah ditandatangani antara kepala dinas, Dishub, dan Disparbud,” kata Dikhy mengungkapkan.

Dikatakan Dikhy, status Bus Wisata yang dinamai Kawista ini adalah pinjam pakai dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat. Sebanyak satu unit untuk Kabupaten Karawang.

Di mana rencananya, sebelum pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia khususnya Kabupaten Karawang, mobil Kawista itu akan dipergunakan untuk mengangkut wisatawan lokal maupun luar daerah bahkan anak-anak sekolah keliling kota Karawang. Untuk memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Karawang.

“Kami merencanakannya mobil Kawista ini nantinya, rutenya dari Karang Pawitan kemudian ke Gedung Galeri lalu ke Masjid Agung dan Kampung Budaya,” jelasnya.

“Termasuk juga ke Kawasan Industri, mengingat bahwa di Karawang punya banyak industri yang berdiri termasuk Peruri, sehingga kita juga diizinkan melintasi kawasan-kawasan Industri, hanya melintasi saja,” papar Dikhy lagi.

Akan tetapi, lanjut Dikhy, rencana tersebut harus tertunda karena Covid-19. Dan karena sudah ada serah terima, mobil Kawista berkapasitas 20 orang penumpang ini dikelola oleh Disparbud.

“Nanti itu rencananya, untuk menaiki mobil Kawista ini penumpang akan dikenakan biaya atau ongkos sebesar Rp 15.000 dengan hitungan sesuai jarak tempuh. Tarif ini juga disesuaikan dengan Kabupaten atau Kota lain,” pungkasnya. (nna/fzy)