Beranda Karawang Cellica Bertemu Bunda, Ketum Ajang: Sah-sah Saja

Cellica Bertemu Bunda, Ketum Ajang: Sah-sah Saja

TVBERITA.CO.ID –¬†Setelah beberapa hari lalu, Bakal Calon Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyambangi kediaman Bunda Latifah, di Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang.

Tak lama kemudian, dikabarkan menyusul Bakal Calon Bupati Karawang, Cellica Nurrachadianna dari Partai Demokrat yang juga datang menyambangi Bunda Latifah.

Diketahui, Bunda Nurlatifah merupakan ibunda dari Gina Fadlia Swara, Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat dari Partai Gerindra, yang juga bakal maju dalam perhelatan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Karawang bulan Desember 2020 mendatang.

Lalu apakah pertemuan keduanya kemudian membicarakan masalah koalisi di Pilkada nanti? Karena sebelumnya sempat santer kabar beredar, Gina dipasang-pasangkan untuk menjadi wakil Cellica oleh para pendukungnya.

TV Berita pun mencoba mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Ketua DPC Partai Gerindra Karawang, Ajang Supandi soal kebenaran kabar, Gina akan menjadi wakil Cellica.

Ditemui di kantor DPC Partai Gerindra Karawang, Rabu (5/8), Ajang justru mengaku tidak tahu adanya pertemuan tersebut.

Namun menurutnya, jika benar ada pertemuan antara Cellica dengan Bunda Latifah dan Gina, itu adalah hal yang wajar. Bersilaturahmi.

Adapun jika kemudian dikait-kaitkan dengan politik, sah-sah saja, mengingat tahapan politik Pilkada Karawang sudah berjalan.

“Saya justru tidak tahu, tapi hal yang wajar jika pertemuan itu ada, bentuk jalinan silaturahmi, kalau kemudian ada pembicaraan politik, sah-sah saja,” kata Ajang.

Namun, menurutnya, dalam survey DPP tidak ada nama Cellica di dalamnya. Yang ada hanya dua, Jimmy-Gina dan Jimmy-Yusni. Sehingga ia menilai kabar Cellica-Gina hanya sebagai kabar-kabar politik saja.

“Mengapa saya berkata demikian, karena yang intensif berkomunikasi dengan DPD Partai Gerindra dan DPP itu internalnya hanya teh Gina dan Yusni, dan eksternalnya hanya kang Jimmy, dan yang masuk dalam survei DPP pun saat ini hanya mereka tidak ada Cellica,” ungkapnya.

“Kalau soal pertemuan, jadi bisa saja pertemuan silaturahmi biasa atau pertemuan politik, atau karena waktu Pilkada sudah dekat, bisa saja silaturahmi politik,” ucap Ajang lagi seraya tertawa.

Disoal kemudian sikap Gerindra sendiri, terkait siapa sebenarnya akan diusung di Pilkada nanti, Ajang menjelaskan dirinya sebagai ketua DPC tidak mempunyai kewenangan memutuskan. Semua tetap kembali kepada DPP.

“Gina memang sudah sejak awal akan mencalonkan diri di Pilkada Karawang menjadi bakal calon bupati. Sementara kehadiran Yusni, karena sebelumnya ada kebuntuan komunikasi antara pihak Jimmy dengan pihak Gina, sehingga Kang Jimmy memilih Yusni menjadi bakal calon wakilnya, dan itu sah-sah saja, toh, tetap semua keputusan ada di DPP,” jelasnya memaparkan.

Sekarang DPP Partai Gerindra memang belum mengeluarkan keputusan, ditandaskan Ajang, pihaknya hanya menunggu saja, untuk siapa rekomendasi Karawang satu atau Karawang dua diberikan.

“Karena DPC tidak punya akses langsung memutuskan siapa yang akan diusung, semua kembali kepada keputusan DPP, dan DPP lah yang nanti akan memutuskan,” tandasnya.

“DPC hanya bertugas melakukan safari dan lobi-lobi politik dengan berbagai pihak, dikarenakan kita hanya bisa memfasilitasi saja kepada calon-calon yang daftar ke Gerindra. Jika kemudian ada kebuntuan kita tidak bisa berbuat apa-apa,” pungkasnya. (nna/fzy)