Beranda Headline Citarum Hitam dan Berbau, DLHK Sebut Masih dalam Batas Normal

Citarum Hitam dan Berbau, DLHK Sebut Masih dalam Batas Normal

TVBERITA.CO.ID –¬†Kondisi air sungai citarum yang beberapa hari ini terlihat hitam pekat dan berbau, disertai banyaknya ikan-ikan yang mati, sontak ramai menjadi sorotan masyarakat dan para aktivis pencinta lingkungan.

Pasalnya, sampai hari ini masih banyak warga masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai yang secara tidak langsung bergantung pada sungai citarum baik terkait kebutuhan pangan, air bersih, irigasi dan lain sebagainya.

Oleh karenanya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, siang hari kemarin, Senin (3/8), bersama Kodim 0604 Karawang, turun langsung melakukan sidak di outfall PT. Pindodelli.

“Sidak dilakukan berdasarkan informasi masyarakat bahwa sungai citarum saat ini kondisinya menghitam karena adanya perusahaan-perusahaan atau industri yang diduga membuang limbahnya ke Citarum,” kata Kepala DLHK Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan didampingi Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf. Medi Haryo Wibowo.

Namun demikian, setelah diambil sampel air, lanjut Wawan, ternyata air sungai tersebut masih sesuai dengan baku mutu. Dan masih dalam batas normal.

“Memang tidak bersih amat, tapi masih dalam batas normal. Oleh karenanya sample air ini akan kita uji di laboratorium kami, apakah betul masih sesuai atau tidak dengan baku mutu,” ungkap Wawan, kepada TV Berita, Selasa (4/8).

Adapun mengapa air sungai citarum ini berwarna hitam pekat, dijelaskan Wawan, hal itu karena disebabkan oleh sedang adanya aktivitas pengerukan lumpur di Bendungan Walahar.

“Posisi air Citarum dari bendungan Walahar sedang di-nol-kan karena adanya pengerukan lumpur di bawah bendungan, adapun air yang mengalir ke Citarum dari out pall yang telah diolah Water Treatment Plant (WTP) sudah sesuai baku mutu,” jelasnya.

“Dan endapan lumpur di dasar sungai yang muncul ke permukaan menjadi penyebab mengapa air sungai menjadi hitam,” kata Wawan lagi.

Disebutkan Wawan, tak ada pembuangan di outfall PT Ardi Putro, Kondisi outfall PT Kanvas pun kering tak ada pembuangan, sama halnya kondisi air sungai citarum di sekitar outfall PT. Pully dan PT Pindodelli I, perusahaan-perusahaan ini terlihat bersih pada buangannya.

“Semua data di atas dari sample air yang diambil oleh teman-teman patroli sungai, sampel airnya ada dan tidak hitam Yang hitam itu dasarnya atau sedimennya,” jelasnya.

Ia menandaskan pihaknya selalu mengingatkan kepada perusahaan-perusahaan atau industri yang kerap membuang limbahnya ke sungai, untuk berpikir dua tiga kali. Karena ditegaskannya ada Satgas Citarum yang terus melakukan monitor.

Disoal mengenai ikan-ikan sungai yang mati, Wawan menjelaskan hal itu karena debit air yang minim sehingga airnya jenuh tidak ada pengenceran dari air Bendungan Walahar yang sedang dikeruk. Ditambah lagi cuaca panas saat ini sehingga asupan oksigen menjadi berkurang.

“Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan ikan-ikan ini mati,” tandasnya. (nna/fzy)