Beranda News Dedi Dono Ungkap Dirinya Hanya Korban Polemik Pemilihan Karang Taruna Parungmulya

Dedi Dono Ungkap Dirinya Hanya Korban Polemik Pemilihan Karang Taruna Parungmulya

TVBERITA.CO.ID –¬†Menanggapi gugatan kasasi Hendra “Bodong” bersama kuasa hukumnya, ke Pengadilan Negeri Karawang setelah sebelumnya dinyatakan kalah oleh Pengadilan Tinggi Bandung pada saat banding beberapa waktu lalu, Dedi Jumhari “Dono” Ketua Karang Taruna Kuta Gumilang Desa Parungmulya Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang mengatakan bahwa pihaknya hanya mendapat imbas dari proses hukum tersebut.

Pasalnya kata Dono, gugatan tersebut ditujukan kepada Pjs Desa Parungmulya dan Ketua Pelaksana Pemilihan Ketua Karang Taruna. Terlebih lagi Hendra “Bodong” ini, bukan salah satu dari tujuh calon yang dipilih oleh warga karang taruna.

“Pada dasarnya semua warga atau anggota karang taruna berhak untuk di pilih dan memilih,” kata Dono.

“Hingga kemudian dari hasil musyawarah dan mufakat temu warga disepakati bahwa pemilihan ketua karang taruna Desa Parungmulya akan dilaksanakan secara langsung dan demokrasi dengan melalui beberapa tahapan seperti pembukaan pendaftaran calon ketua/penjaringan, seleksi administrasi, tahapan kampanye, menentukan daftar pemilih sementara hingga menjadi pemilih tetap, dan menyepakati pakta integritas di Kantor Kepolisian Polsek Ciampel. Sehingga hari – H pemilihan langsung dihadiri oleh seluruh warga karang taruna Desa Parungmulya yang berusia dari 17 tahun hingga 45 tahun berdasarkan undangan dari panitia pemilihan,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut Dono mengungkapkan, setelah proses hasil pemungutan suara dan penetapan hasil pemilihan, dirinyalah yang kemudian terpilih menjadi Ketua Karang Taruna dengan hasil perolehan 922 Suara dari total 1.955 suara pemilih.

Bahkan, hasil pemilihan yang digelar di lapang bola MPS Desa Parungmulya tersebut tidak ada keberatan dari 6 Calon lainnya hingga kemudian ia pun di-SK-an oleh Pjs Desa Parungmulya pada saat itu.

“Akan tetapi hendra alias bodong melakukan gugatan ke PN Karawang yang pada pokok gugatannya mengatakan proses pemilihan tersebut melawan hukum dan secara sepihak mengklaim bahwa dia adalah ketua karang taruna terpilih secara aklamasi yang dipilih oleh 10 orang warga karang taruna hal tersebut tentu mengada-gada, Hendra dipilih 10 orang ini pun saya tidak tahu jelas,” ungkap Dono kepada media yang menemuinya di kediamannya, Minggu (9/8).

Dono memaparkan, pada putusan tingkat pertama gugatan yang diajukan Hendra melalui kuasa hukumnya Eigen Justisi memang dikabulkan sebagian oleh hakim, namun tidak menyatakan bahwa Hendra adalah ketua karang taruna yang sah. Dan di tingkat Pengadilan Tinggi gugatan Hendra pun ditolak seluruhnya oleh hakim.

“Hingga akhirnya Hendra dan kuasanya mengajukan permohonan kasasi,” ujarnya.

Disesalkan Dono, atas permasalahan hukum ini program Karang Taruna di Desa Parungmulya pun terkena imbasnya dan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Padahal lanjutnya lagi, hadirnya Karang Taruna di lingkungan dan masyarakat itu sangatlah penting.

“Seperti halnya terkait program kesehatan/ olahraga, Lingkungan Hidup, Keagamaan, pengalian Potensi dalam meningkatkan perekonomian dan pendapatan masyarakat terutama mengurangi penganguran di masyarakat khususnya Desa Parungmulya dengan hadirnya banyak perusahaan di lingkungan dan wilayah desa,” papar Dono.

“Saya selaku ketua Karang Taruna terpilih pada prinsipnya tetap menjalankan tanggung jawab atas kepercayaan masyarakat Desa Parungmulya, Jangan sampai karena permasalahan hukum ini peran karang taruna mati atau vakum dan saya berharap kepada pemerintah desa untuk mengutamakan perkembangan desa dan bekerja sama dengan Karangtaruna dalam menciptakan Parungmulya yang sejahtera,” ulasnya.

Terakhir ditegaskan Dono pihaknya tetap akan menghormati proses hukum yang berjalan.

“Semoga tujuan dari permohonan kasasi tersebut bukan karena ego semata sehingga melupakan tangung jawab peran karang taruna itu sendiri,” pungkasnya. (nna/fzy)