Beranda News Desa Sukatani Langgar Permendes? Ini Kata Camat

Desa Sukatani Langgar Permendes? Ini Kata Camat

TVBERITA.CO.ID, PURWAKARTA РAparatur Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani Purwakarta diduga memberikan bantuan sosial dari Dana Desa tidak sesuai aturan. Dari laporan beberapa warga, diketahui kalau bantuan Dana Desa Sukatani untuk terdampak Covid-19 dalam bentuk sembako. Bukan uang tunai.

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia menerbitkan aturan baru terkait pemberian bantuan sosial yang bersumber dari Dana Desa. Permendes Nomor 6 tahun 2020 tersebut merupakan perubahan atas Permendes Nomor 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.

Dana Desa yang telah diterima seluruh desa se-Kabupaten Purwakarta, telah menyalurkan bansos Dana Desa dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 600 ribu per bulan sesuai dengan Permendes Nomor 11 Tahun 2019 dan SE (Surat Edaran) Kemendes Nomor 8 tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19.

Aturannya jelas. Desa yang menerima Dana Desa per tahun Rp 800 juta, memberikan alokasi maksimal 25 persen untuk bantuan sosial dari Dana Desa yang diterima. Desa yang menerima Rp 800 juta sampai 1,2 miliar per tahun, memberikan alokasi maksimal 30 persen. Dan desa penerima Dana Desa lebih dari Rp 1,2 miliar per tahun, memberi alokasi maksimal 35 persen.

Sementara itu dihubungi terpisah, Camat Sukatani Purwakarta, Asep Gumilar mengatakan, sesuai surat edaran yang diterima baik dari Kemendes maupun Perbup terakhir BLT yang bersumber Dana Desa diberikan tunai dengan besaran sesuai SE Kemendes.

“Jadi instruksi saya ke Kades agar realisasinya merujuk pada ketentuan itu,” jelas Asep Gumilar, Selasa (5/5).

“Untuk ketetapan data penerima dan teknis penyaluran silakan disepakati dalam Musdes karena desa yang lebih paham di lapangan,” ujarnya.

“Saya belum tahu pasti apakah Desa Sukatani membagikan BLT Dana Desa dalam bentuk sembako atau uang tunai, karena beberapa desa di Kecamatan Sukatani memberikan uang tunai,”paparnya.

“Saya akan panggil dulu Kepala Desanya, dan akan meminta penjelasan terkait hal ini,” pungkasnya.¬†(trg/fzy)