Beranda Karawang Didemo Warga Soal Sampah, Kadis DLHK: Saya Minta Maaf

Didemo Warga Soal Sampah, Kadis DLHK: Saya Minta Maaf

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Diprotes Warga dan aktivis pencinta lingkungan yang mengatasnamakan KPLHI Karawang karena dinilai tak juga kunjung menyelesaikan permasalahan sampah yang overload di mana-mana, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang pun meminta maaf.

Hal tersebut disampaikan Kepala DLHK Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan di hadapan puluhan warga yang menantinya di halaman kantor DLHK Kabupaten Karawang, Kamis pagi (19/3).

“Saya memohon maaf, dengan segala kerendahan hati, karena memang saya yang bertanggungjawab atas kebersihan lingkungan di Kabupaten Karawang. Saya akan tindak lanjuti, saya akan lakukan evaluasi dan memberikan pengarahan-pengarahan kepada staf-staf saya di bidang kebersihan khususnya, maksimal di minggu-minggu sekarang akan saya selesaikan dengan menambah armada-armada pengangkut sampah melalui sewa,” kata Wawan dengan lugas.

Lebih lanjut kepada Tvberita, Wawan menuturkan bahwa di tahun 2020 ini, dinasnya melakukan pengangkutan sampah hanya satu kali ritase saja.

Baca juga: Gunungan Sampah Tak Terurus, DLHK Karawang Digeruduk Massa

Pasalnya, pada tahun 2018 lalu, Wawan mengungkapkan, Dinasnya ada kelebihan bayar yakni pada ritase kedua yang kemudian menjadi temuan Badan Pengawas Keuangan (BPK).

Oleh karena itu, lanjut Wawan, untuk menghindari agar tidak terulang ada temuan kembali, pihaknya pun memutuskan hanya melakukan satu ritase saja dalam pengangkutan sampah-sampah tersebut.

Selain di tahun 2020 ini juga ada efesiensi anggaran oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, tambah Wawan lagi menerangkan.

“Dua permasalahan ini lah yang kemudian mendasari kami memutuskan hanya melakukan satu ritase saja dalam pengangkutan sampah ini, sehingga tak heran jika memang kapasitasnya menumpuk karena volume yang dikeluarkan dengan yang diambil tidak seimbang,” ucapnya.

Disoal Tvberita, mengapa kemudian bidang persampahan lah yang harus dilakukan efesiensi bukan bidang-bidang yang lain, Wawan menyebutkan jika hal itu memang sudah menjadi keputusan Pemerintah daerah, melakukan efesiensi sebesar 13 persen untuk DLHK.

“Yang lain memang sama ada juga pos-pos anggaran yang kita kurangi atau kita hilangkan, namun terbesar dari sampah karena untuk mengejar target efesiensi 13 persen tersebut,” ujarnya.

“Dan mengapa kita tidak menganggarkan pengadaan armada sampah yang baru di tahun 2020 ini, karena kita berencana dapat bantuan dari World Bank dan juga mendapat Dana Bagi Hasil Cukai sebesar Rp5 Miliar, ini yang rencananya di tahun 2021 akan kami belikan 10 armada baru nanti dan TPA nya pun sudah kami inovasi,” jelas Wawan lagi memaparkan.

Namun demikian, pasrah Wawan mengatakan karena permasalahan sampah ini sudah begitu darurat saat ini dan tidak bisa menunggu nanti. Pihaknya pun memutuskan akan melakukan penyewaan armada sampah untuk sementara.

“Karena kondisinya darurat maka secepatnya kami akan menyewa beberapa kendaraan yang dibutuhkan, bisa 5 atau 10 kendaraan dengan pengawasannya yang dimaksimalkan. Nyewa-nya ini nanti per rit, perhari atau kunci lepas, kita akan kaji,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kasie Pelayanan Sampah DLHK Kabupaten Karawang, Ade menambahkan jika saat ini juga ada regulasi baru, di mana penggunaan dana desa tahun 2020 diperbolehkan untuk pengelolaan sampah dan membeli mobil armada pengangkut sampah.

“Ini tentunya sangat membantu kami, (DLHK) sehingga tidak kita saja yang membeli kendaraan dan mengangkut sampah dari TPS ke TPA, tetapi desa juga boleh membeli mobil dan diberi izin, boleh membuang langsung ke TPA,” ungkapnya.

Kembali Ade mengulas, bahkan surat edarannya pun sudah diberikan ke seluruh desa-desa di Kabupaten Karawang dan mereka (Desa) sudah siap menjalankan edaran tersebut.

“Banyak kepala desa yang sudah siap dan membeli kendaraan-kendaraan sampah sendiri, dan ini tentunya akan sangat membantu kami,” pungkasnya menambahkan. (Nna/kie)