Beranda News DPRKP Usulkan Revitalisasi Pemakaman Bersejarah

DPRKP Usulkan Revitalisasi Pemakaman Bersejarah

TVBERITA.CO.ID – Bidang Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kabupaten Karawang mengusulkan program revitalisasi pemakaman bersejarah pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten tahun 2021 esok.

Diungkapkan Kepala Bidang Pertamanan dan PJU DPRKP Kabupaten Karawang, Novi Gunawan mengatakan Makam Bersejarah memiliki potensi pariwisata dan budaya di Karawang karena memiliki nilai sejarah.

Jadi sudah semestinyalah, menurut Novi pemerintahan daerah Kabupaten Karawang untuk menjaga tempat yang bersejarah dengan melakukan revitalisasi mengingat kuburan itu banyak dikunjungi penziarah. Sehingga sejarah ini tidak boleh hilang dari generasi kedepannya.

“Program ini adalah usulan Bidang Pertamanan,dan menjadi prioritas di tahun 2021,” kata Novi menyebutkan.

Disoal berapa banyak makam bersejarah di Kabupaten Karawang yang sudah tercatat oleh pihaknya, Novi mengatakan untuk pendataan ada di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang . Pihaknya hanya melakukan pembangunan saja.

“Contohnya makam Jaka Tinggkir di Rawagede, Kecamatan Rawamerta, kami akan revitalisasi menjadi pemakaman bersejarah yang representatif,” ujarnya mencontohkan.

“Ini memang masih usulan , mungkin saja ada beberapa perubahan,” ucap Novi.

Sementara itu ia memaparkan, untuk Pertamanan sendiri, Penataan taman di Jalan Interchange Karawang Barat menjadi salah satu program prioritas di 2021.

“Di anggaran tahun depan lebih banyak ke pemeliharaan dan tidak banyak membangun, dan karena taman interchange adalah wajahnya Karawang jadi kita prioritaskan penataan tamannya di 2021 besok,” ulasnya.

Anggaran yang dialokasikan untuk bidang pertamanan pun di sebutkan Novi, masih sama seperti tahun 2020 ini.

“Rp 10 miliar untuk tahun 2021, sama saja dengan tahun anggaran 2020 hanya karena Covid -19 anggaran yang terealisasi hanya Rp 3 miliar,” terangnya.

“Tidak ada penambahan anggaran di tahun 2021, hanya program di 2020 yang belum dikerjakan, Insya Allah, bisa lanjut di 2021. Sementara anggaran pemeliharan juga sama hanya Rp 2 miliar,” pungkasnya. (Nna/fzy)