Beranda Karawang Efek Corona, Harga Hasil Laut Turun Drastis

Efek Corona, Harga Hasil Laut Turun Drastis

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG – Corona yang mewabah di Indonesia juga berimbas kepada para nelayan.

Wabah Corona berdampak pada harga ikan yang turun drastis hingga 50 persen. Seperti yang terjadi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ciparage Jaya, Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang.

Kepada TV Berita, Manager TPI Ciparage Jaya, Kartono menjelaskan jika cuaca mendukung seperti sekarang ini selama 15-20 hari di laut pulang biasanya bisa membawa hasil kurang lebih sekitar Rp 3 – 5 juta sekali melaut. Dan perputaran ekonomi di TPI dalam sehari bisa mencapai sekitar Rp 15 – 20 juta.

Namun semenjak merebaknya wabah virus Corona ini penghasilan para nelayan menurun menjadi kurang lebih sekitar Rp 1 – 1,5 juta. Dengan perputaran ekonomi hanya sekitar Rp 5 – 6 juta sehari.

“Dalam sebulan perputaran ekonomi di pelelangan ini bisa mencapai sekitar Rp 8 miliar dalam sebulan atau Rp 15 – 20 juta dalam sehari. Sekarang karena Corona turun menjadi sekitar Rp 5 miliar sebulan atau Rp 5 – 6 juta dalam sehari. Lumayan turunnya drastis,” ungkapnya menjelaskan.

Lebih lanjut dikatakan Kartono, penurunan harga ini dikarenakan adanya pembatasan di beberapa wilayah. Sehingga banyak restoran-restoran yang tutup. Akibatnya, volume pengiriman ikan pun menurun.

“Dampak Corona yang paling dirasakan nelayan yaitu harga ikan yang turun drastis mencapai 50 persen. Hal ini tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan saat melaut,” kata Kartono.

“Belum lagi biaya operasional yang tinggi,” ucapnya lagi.

Kartono pun mengumpamakan, jika biasanya menjual cumi-cumi Rp 50 ribu/kg. Sekarang ini turun hingga Rp 25-30 ribu/kg.

Namun demikian, lebih lanjut dijelaskannya, Meskipun harganya murah nelayan tetap menjual ikan hasil tangkapannya. Sebab jika tidak segera dijual, ikan semakin basi. Karena selain ukuran, harga ikan ditentukan dari kesegarannya.

Meskipun begitu, ikan yang dijual para nelayan di TPI setiap hari sebenarnya pun habis. Karena harga murah dari biasanya sehingga ikan-ikan banyak dijual kepada kepada supplier lokal.

“Ikan-ikan bagus kualitas ekspor biasanya seperti kakap putih, udang besar, cumi dan lainnya yang biasanya masuk ke Jakarta, dan wilayah lainnya kini kita jual di pasar lokal saja untuk mensiasati yang terpenting ikan habis terjual,” tandasnya. (nna/fzy)