Beranda News Fokus JP: Dugaan Penganiayaan Terhadap Jurnalis Harus Diproses

Fokus JP: Dugaan Penganiayaan Terhadap Jurnalis Harus Diproses

PURWAKARTA, TVBERITA.CO.ID – Forum Komunikasi Jurnalis Purwakarta (Fokus JP) menyayangkan dugaan tindakan refresif yang dilakukan oleh oknum kepala desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Purwakarta terhadap salah satu jurnalis di Purwakarta, Jumat (10/1/2020) belum lama ini.

Koordinator Fokus JP, Awenk Wahyudin menyebut, dugaan penganiayaan yang terjadi di SPBU Parcom, Kelurahan Sindangkasih, Purwakarta tersebut tidak dibenarkan menurut hukum.

“Sudah kita diskusikan dengan teman kita Adi Kurniawan Tarigan yang diduga menjadi korban pemukulan. Sekarang sudah dilaporkan ke pihak yang berwajib,” kata Awenk, Kamis, (16/1/2020).

Menurut korban, semula korban berencana akan mewawancarai Kades Sukatani, saudara Asep Sumpena terkait Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani. Tapi sebelum wawancara, datang Kades Pasirmunjul yang langsung memukul korban di lokasi kejadian.

“Tindakan kekerasan tidak dibenarkan dan tidak akan menyelesaikan masalah. Kejadian ini harus menjadi pelajaran untuk kita semua agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari,” harapnya.

Selanjutnya, ia menyerahkan sepenuhnya dugaan penganiayaan tersebut kepada pihak yang berwajib. “Kita serahkan ke pihak kepolisian untuk memproses dugaan penganiayaan karena berkaitan dengan pidananya, dengan mencari saksi dan bukti, tetapi selain itu harus kita garis bawahi juga bahwa ada UU Pers No 40 Tahun 1999 BAB VIII Pasal 18,” pungkasnya.

Seperti diketahui, UU Pers No 4 Tahun 1999 BAB VIII Pasal 18 berbunyi:

(1) Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima Ratus Juta Rupiah). (trg/kie)