Beranda Karawang Ghazali Center Ungkap Misteri 111 Miliar Sisa Anggaran Covid-19

Ghazali Center Ungkap Misteri 111 Miliar Sisa Anggaran Covid-19

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG –¬†Sikap pemerintah daerah Kabupaten Karawang yang hingga saat ini masih terkesan seolah belum berani untuk terbuka kepada publik atau masyarakat kaitan penggunaan anggaran penanganan Covid -19 terus menjadi pertanyaan Ghazali Center Karawang.

Sebagaimana yang diungkapkan Direktur Ghazali Center, Lili Ghazali melalui akun media sosialnya yang menuliskan bahwasannya ada kurang lebih sekitar Rp 111 miliar sisa anggaran Pencegahan dan Penanganan Covid-19 , masih belum jelas tersimpan di rekening mana.

“Sisa anggaran untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 yang kurang lebih 111 miliar disimpan di mana? Apakah di rekening BJB atau di rekening Gugus Tugas? Atau masih di BPKAD?” tulis Lili Ghazali di akun pribadinya mempertanyakan, Jumat (29/5).

Dihubungi TV Berita melalui saluran telepon pribadinya, Lili menjelaskan dari sumber data yang diperolehnya dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kabupaten Karawang terkait Laporan Realisasi Anggaran Pencegahan Covid-19, Sumber Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sampai dengan Minggu ketiga Bulan Mei 2020 diketahui bahwa anggaran total Belanja Tidak Langsung Belanja Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Karawang sebesar Rp 162 miliar. Dan baru terealisasi kurang lebih Rp 50 miliar.

Lili melanjutkan, anggaran total tersebut dirinci menjadi dua bagian yaitu, pertama untuk pencegahan/penanganan covid-19 sebesar Rp 67 miliar dan baru direalisasikan Rp 35,1 miliar, Kedua untuk anggaran Jaringan Pengaman Sosial sebesar Rp 95 miliar yang baru direalisasikan Rp 15,7 miliar.

“Untuk anggaran pencegahan/penanganan covid-19 ini, yang sudah direalisasikan dipecah ke beberapa SKPD di antaranya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang dengan anggaran sebesar Rp 29,2 miliar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebesar Rp 4 miliar, dan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang Rp 1,8 miliar,” ujarnya menyebutkan.

“Sedangkan untuk anggaran Jaringan Pengaman Sosial diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Karawang sebesar Rp 15,7 miliar,” tambahnya lagi.

Ditandaskannya, ada beberapa pertanyaan yang sangat menggelitik. Yaitu bagaimana mekanisme pertanggungjawaban Susunan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah menggunakan anggaran tersebut.

“Sisa anggaran untuk Pencegahan dan Penanganan Covid-19 yang kurang lebih Rp 111 Miliar itu disimpan dimana ? Apakah di rekening BJB atau di rekening Gugus Tugas? Atau masih di BPKAD? dan untuk Satpol PP belum ada Keterangan penggunaan anggarannya yang Rp 4 miliar, kalau yang lain sudah ada, mesti sangat sederhana keterangan penggunaannya,” ucap Lili menegaskan keheranannya. (nna/fzy)