Beranda Karawang HAMI Beri Bantuan Hukum Keluarga Korban Insiden Tangan Putus

HAMI Beri Bantuan Hukum Keluarga Korban Insiden Tangan Putus

TVBERITA.CO.ID –¬†Keluarga Zaldy Herdiansyah (15), korban tawuran pelajar di Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu hingga telapak tangannya putus akibat ditebas senjata tajam, merasa tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu.

Keluarga Zaldy pun telah menyiapkan pengacara untuk pendampingan hukum hingga kasus tersebut naik ke pengadilan.

Surat Permohonan Bantuan Hukum pun dilayangkan kepada DPC Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Karawang, tertanggal 23 Juli 2020.

“Kami mengajukan permohonan bantuan hukum kepada HAMI untuk mewakili kami atas permasalahan hukum yang terjadi, baik secara perdata maupun pidana dengan pihak bernama Ahmad Fauzi,” tulis orangtua korban, Rusmana yang tinggal di Dusun Duren, RT/RW 002/002, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe timur, dalam surat permohonannya.

Sementara itu, Kasus tawuran pelajar SMK ini telah ditangani dan pelaku berinisial AF alias Uji (15) sudah diamankan pihak Polres Karawang. Sementara telapak tangan kiri korban harus diamputasi hingga putus untuk menghindari kebusukan akibat tebasan senjata tajam tersebut.

Ketua DPC HAMI Karawang, Jasman Saputra ketika dikonfirmasi TV Berita, Kamis (23/7), membenarkan bahwa keluarga Zaldy telah memberikan kuasa penuh kepada pihaknya untuk mendampingi hingga ke proses pengadilan, karena keluarga korban tidak puas dengan perlakukan pelaku yang sadis, menebas tangan anaknya dengan senajata tajam jenis samurai.

“Benar kami telah menerima kuasa penuh dari keluarga ,mereka tak terima anaknya hingga telapak tangan kirinya putus, kami diminta untuk mendampingi, untuk memproses kasus ini,” kata Jasman.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua HAMI Karawang, Ahmad Falah Khoerul Yakin yang mendampingi Jasman pun mengungkapkan jika pihak keluarga telah dilakukan diversi dengan keluarga pelaku karena pelaku masih di bawah umur.

Namun keluarga korban tak terima dengan proses diversi yang dilakukan bersama penyidik Polres Karawang dan keluarga tetap menginginkan kasus ini diproses hukum dan dilajutkan hingga ke pengadilan.

“Sebetulnya keluarga korban dan pelaku sudah melakukan diversi namun tidak ada titik temu, karena melihat kerugian organ tubuh Zaldy yang tidak normal lagi,” ungkapnya.

Dan untuk pendampingan permasalahan kasus ini, Ahmad Falah menyebutkan dirinya ditunjuk oleh Ketua DPC HAMI Karawang sebagai ketua tim dengan anggota Reza Wahidy Karawang, Asep Yogi Iskandar, Rika Puspitasari, dan Elisa Fauziyah.

“Kami membentuk tim khusus, dan semua anggota yang tergabung merupakan anggota HAMI Karawang,” pungkasnya. (nna/fzy)