Beranda Karawang Masyarakat Ingin Hasil RDP Dibuka

Masyarakat Ingin Hasil RDP Dibuka

TVBERITA.CO.ID –¬†Pengacara kondang Asep Agustian alias Asep Kuncir menantang anggota dewan membuka hasil RDP (rapat dengar pendapat) dengan eksekutif.

“Hari ini kan sedang digelar RDP antara Pemda dengan para anggota dewan terkait transparasi anggaran Covid-19, saya tantang mereka, berani tidak terbuka dengan masyarakat hasil RDP tersebut,” kata Askun lantang.

Anggota Dewan ini kemarin ramai interpelasi sekarang RDP, lalu bagaimana dengan Interpelasinya, kata Askun mempertanyakan.

“Kemarin RDP, sekarang interpelasi apa cuma intermezzo. Makanya saya bilang interpelasi ini olok kejo!” ucapnya lagi kepada TV Berita, Senin (8/6).

Menurutnya, anggota dewan itu bukan soal dia hakim dan Pemda itu bukan terdakwa. Yang mau dikedepankan kepentingan apa.

“Kenapa sih tidak duduk bersama. Covid-nya kan belum selesai, sekarang interpelasi, terus RDP, ini ujung-ujungnya apa! Atau tawar menawar mau Pilkada sehingga ini menjadi satu kesatuan,” ujar Askun lagi menegaskan.

Askun kembali menambahkan, hak interpelasi itu memang hak setiap anggota dewan, tapi di Kabupaten Karawang ini tidak pernah terjadi.

“Jangan-jangan setelah RPD ini gak ada hasilnya, gak ada ujungnya, jangan-jangan ini hanya kepentingan segelintir golongan atau pihak saja, oleh karenanya saya tantang DPRD terbuka kepada masyarakat hasil RDP hari ini,” tandasnya.

“Silakan transparansi kepada masyarakat, ungkapkan, kami menanti,” tegas Askun kembali.

Lebih lanjut Askun menuturkan, yang harus bertanggungjawab atas penggunaan anggaran Covid-19 ini adalah Bupati dan Wakil Bupati.

Keduanya harus bisa mengungkapkan secara gambalang kepada publik atau masyarakat Karawang berapa banyak uang APBD Karawang yang sudah digunakan dan sumbangan yang masuk dari pihak ketiga.

“Buka kepada rakyat, jangan rakyat dibohongi, buktikan kepada rakyat anggota dewan dan bupati juga wakil bupatinya benar,” ucap Askun lagi.

“Kita lihat RDP ini hasilnya apa, apakah ada yang kemasukan air atau tidak, karena rakyat butuh kejelasan dan butuh hidup enak,” pungkasnya. (nna/fzy)