Beranda Hukum Ditelepon Tidak Diangkat, Ayah Temukan Anaknya Gantung Diri

Ditelepon Tidak Diangkat, Ayah Temukan Anaknya Gantung Diri

TVBERITA.CO.ID, Kadek DCA, 20, yang berstatus mahasiswa ditemukan gantung diri di kamar kost nomor F7 Lantai dua milik Ketut Manik Jalan Gunung Lebah Nomor 4 Denpasar.

Yang menemukan pertama kali yakni ayahnya, Nyoman Pasek Suarsana (53) saat melakukan pengecekan lantaran komunikasi tidak nyambung.

Keterangan ayah korban, Nyoman Pasek Suarsana, kepada petugas, Selasa (26/3) pukul 23.00 Wita, anaknya masih sempat berkomunikasi.

Korban mengatakan akan mengambil pakaian di kosannya dan segera kembali ke rumah orang tuanya di Jalan Made Bina Perumahan Bina Permai, Ubung, Denpasar. Namun sampai pagi korban malah tidak pulang.

Kapolsek Denpasar Barat AKP Johannes H. Widya Dharma Nainggolan menjawab Bali Express (Jawa Pos Group), menjelaskan, Rabu pagi (27/3) saksi melihat status di WhatsApp (WA) korban sudah dihapus.

Sekitar pukul 10.00 Wita saksi berusaha menghubungi korban via telepon namun tidak diangkat. Baru pukul 13.00 Wita, saksi datang ke kost korban. Karena sepeda motor korban tidak di tempat, saksi urung ke kamar kost anaknya.

Saksi sendiri sebenarnya sudah merasa waswas dan terus berupaya menghubungi korban. Tetapi tidak ada jawaban. Lantaran semakin curiga, pukul 17.15 saksi kembali ke kost korban dan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Saat itu pintu kamar korban terbuka, dan menemukan korban tergantung di ram antara kamar mandi dan dapur.

Korban berasal dari Banjar Merta Gangga, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, ditemukan dalam posisi tergantung pada ram antara kamar mandi dan dapur. Dengan menggunakan kain selendang warna putih, simpul mati.

Saat itu korban mengenakan baju kaos abu-abu, celana panjang training hitam strip putih. Badan menghadap ke utara. Kedua tangannya terjuntai ke samping kanan dan kiri badan korban.

Kondisi mulut korban terbuka, hidung mengeluarkan ingus dan kedua kaki menyentuh lantai. Pada pergelangan tangan kanan terdapat benang tridatu, kedua telinga menggunakan sumpel dan televisi di kamar korban masih menyala.

“Kedua tangan korban sudah lebam mayat. Ada warna merah kehitaman dan lidahnya terjepit gigi,” ungkap Kapolsek Denpasar Barat.

Menurut keterangan Samsul Arifin, 31, sekitar pukul 19.30 Wita orang tua korban berteriak meminta tolong untuk membantu menurunkan korban. Saksi kemudian keluar kamar, namun tidak berani membantu karena takut.

Hingga kejadian ini disampaikan kepada pihak kepolisian setempat. “Menurut keterangan orang tuanya, korban sedang sakit diare sejak dua hari yang lalu,” imbuhnya.

Sekitar pukul 20.13 Wita Unit Inafis Polresta Denpasar melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah korban. Petugas menyampaikan, dari kemaluan korban mengeluarkan cairan dan terdapat luka lecet bekas jeratan pada lehernya.

Selanjutnya korban diturunkan Petugas Inafis Polresta Denpasar dengan cara memotong selendang yang digunakan korban untuk gantung diri menggunakan gunting. Pukul 21.35 Wita dievakuasi ke Ruang Jenasah RSU Sanglah menggunakan Ambulance BPBD Kota Denpasar.

Beberapa barang milik korban ditemukan di atas tempat tidur. Di antaranya tas coklat motif loreng berisi dompet hitam. Handphone, jam tangan, uang, korek api, liquid, parfum, SIM A dan C, KTP. Minyak rambut, dan semir sepatu.

“Belum kami ketahui motif korban melakukan bunuh diri. Dari pemeriksaan juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Baik kekerasan benda tajam maupun benda tumpul,” paparnya. (int/fzy)