Beranda News Jutek, Petugas Loket KAI Kecewakan Wartawan

Jutek, Petugas Loket KAI Kecewakan Wartawan

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG – Di tengah pandemi sebagian transportasi seperti PO bus tidak beroperasi, bahkan sebagian dibatasi beroperasi oleh pemerintah. Namun demikian, PT KAI masih melayani masyarakat meski dibatasi jam operasional.

Ketika tim Tvberita tiba di Stasiun Bogor, Jawa Barat akan berlanjut tugas memonitor PSBB ke Jakarta, sebagian penumpang berlarian ke loket untuk mengejar keberangkatan kereta api menuju Stasiun Manggarai Jakarta pukul 07.30 WIB. Namun setelah tiba di depan loket, salah satu penumpang menanyakan keberangkatan kereta api ke Jakarta lalu mau berlanjut ke Bekasi, salah satu oknum petugas loket itu memberikan jawaban ketus, alias jutek sama penumpangnya.

“Kalau jadi petugas loket itu ya harus tahan banting, wajar saja kalau ada penumpang banyak bertanya macam-macam oleh konsumen masalah seat dan jadwal keberangkatan. Apa susahnya dijawab baik-baik, ini masih pagi malah dapatnya pelayanan tidak ramah alis jutek mbaknya, bikin kesel orang,” ungkap Dody Firdaus dengan nada kesal saat dikonfirmasi Tvberita di lokasi, Selasa (5/5/20).

Dari informasi yang didapat Tvberita, rupanya di setiap DAOP dan di setiap kota ternyata banyak keluhan dari para rekan Dody tentang masalah petugas loket ini yang tidak baik, dan tidak memberikan pelayanan ramah kepada konsumennya.

“Tentunya PT Kereta Api Indonesia (Persero) harus tahu permasalahan ini, karena mereka adalah orang terdepan yang berhadapan dengan konsumen langsung bukan PPKA bukan KS apalagi bos PT Kereta Api Indonesia. petugas loket jugalah yang menentukan konsumen itu dapat naik KA atau tidak, mereka yang menentukan tiket itu habis atau tidak,” tegas Dody.

Setelah Dody, mendapat pelayanan yang kurang memuaskan, giliran tim Jurnalis Tvberita yang akan membeli e-tiket, sama halnya mendapatkan perlakuan sikap jutek alias tidak ramah dari oknum petugas loket perempuan berhijab itu.

Padahal menurutnya, di bulan bulan Ramadan ini, petugas loket itu harusnya lebih peka, ramah dengan konsumen karena salah satu ibadah juga dapat melayani konsumen dengan baik.

“Dari sini mental para petugas loket memang harus lebih diperhatikan, oleh PT KAI, jadi jangan asal rekrut karena paras yang cantik atau ganteng saja, tapi juga mental mereka menghadapi orang banyak, pertanyaan dan segala macam itu udah menjadi dasar dalam tes masuk untuk petugas loket itu.”

“Ini yang harus diubah kalau ingin semuanya menjadi maju dalam sebuah transportasi yang baik. Ingat sekali lagi, petugas loketlah garda terdepan dalam tatap muka dengan konsumen mereka jugalah yang menentukan pemasukan PT Kereta Api Indonesia (Persero), jadi kalo mental mereka buruk habislah sudah PT KAI,” kata Aisyahra, salah satu kru Tvberita. (ais/fzy)