Beranda Karawang Kadisparbud Baru Berjanji Akan Fokus pada Promosi Wisata dan Budaya

Kadisparbud Baru Berjanji Akan Fokus pada Promosi Wisata dan Budaya

TVBERITA.CO.ID – Baru beberapa hari dilantik sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang (Disparbud), Yudi Yudiawan mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu memfokuskan program kerja dinasnya kepada promosi pariwisata dan budaya Kabupaten Karawang.

Pasalnya kata Yudi, di tengah pandemi Covid-19 ini kegiatan helaran budaya yang mengumpulkan banyak orang harus tertunda. Terlebih anggaran kegiatan Disparbud ada beberapa yang memang harus direfocusing untuk penanganan Covid-19.

Termasuk salah satunya, lanjut Yudi, yang ditemui TV Berita usai menggelar rapat di Gedung Kantor Disparbud Kabupaten Karawang, Selasa (23/6), adalah kegiatan Hari Jadi Kabupaten Karawang yang mungkin akan dikaji kembali pelaksanaannya. Mengingat anggarannya pun mengalami pengurangan.

“Di tengah Covid-19 ada beberapa anggaran yang tereposisi salah satunya anggaran untuk helaran budaya yang direfocusing, seperti kegiatan HUT Karawang yang tidak mungkin ada kegiatan helaran budayanya,” kata Yudi menjelaskan.

“HUT Karawang pasti ada, hanya saja seperti apa konsepnya nanti bagaimana teknisnya bagaimana pimpinan saja, belum dirapatkan, yang jelas harus tetap sesuai dengan protokol kesehatan,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut dipaparkan Yudi, di tengah pandemi ini kegiatan Disparbud lebih difokuskan kepada kegiatan Promosi Destinasi Pariwisata dan Budaya Kabupaten Karawang. Baik melalui media sosialisasi seperti Billboard dan Vidiotron atau bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Tujuannya kata Yudi agar setelah Covid-19 ini berlalu di Kabupaten Karawang, Pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata dapat semakin meningkat. Dan mengundang banyak wisatawan lokal maupun luar daerah untuk datang ke Kabupaten Karawang yang memiliki kekhasan tersendiri.

“Selama pandemi ini target PAD sektor wisata sebesar Rp 500 juta diturunkan menjadi Rp 161 juta. Tapi pendapatannya sekarang baru sekitar 30 persen karena penurunannya drastis,” ungkapnya.

“Untuk meningkatkannya, seperti misalnya di perhotelan yang ada di Karawang, harus mempromosikan destinasi wisata dan budaya ciri khas Karawang, lobi hotel pun harus menggunakan dekorasi dan menjual cinderamata khas Karawang,” papar Yudi. (nna/fzy)