Beranda Ekonomi Kadistan Klaim Panen di Karawang Cukup Baik

Kadistan Klaim Panen di Karawang Cukup Baik

KARAWANG – Hasil Panen di wilayah Kabupaten Karawang saat ini masih terbilang cukup baik lantaran penangkaran burung hantu yang dinilai efektif dalam membasmi hama.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Hanafi mengatakan, sejak dibuatnya penangkaran burung hantu di beberapa titik persawahan kini menjadi aman dari hama tikus.

“Selama ini aman, karena kita untuk tikus pun kita sudah punya burung hantu, nah itu kan ciptaan Tuhan yang bisa kita manfaatkan,” kata dia di depan Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Karawang, Selasa (7/9/2021).

Menurutnya, di Kecamatan Majalaya yang merupakan wilayah yang paling banyak terserang hama tikus itu sudah berjalan efektif.

“Makanya kita coba di Kecamatan Majalaya, kita siapin rumahnya oleh kita, nanti tuh datang sendiri, namanya Rumah Burung Hantu disingkat Rubuha, kita bantu berapa titik tuh rumahnya, nanti dia bisa sampai makan 20 tikus dalam satu hari,” ujarnya.

Adapun untuk panen di wilayahnya, kata Hanafi, saat ini masih cukup bagus. Hanya saja ia belum memperkirakan pada saat musim berganti atau tiba pada saat musim hujan.

“Kita kan tiap hari ada panen ya, selama ini harga cukup bagus sekarang sih. Saya dapat informasi sampai 5 ya, lima ribuan, nah kalau nanti cuacanya jelek ya baru mungkin berubah,” ungkapnya.

Dia menambahkan, belum ada laporan tentang turunnya harga panen. Lebih lanjut, dengan adanya program Indeks Pertanaman (IP) 400 yang saat ini tengah digalakkan oleh pihaknya.

“Belum sih, belum ada laporan ya, serangan hama juga belum ada, cukup bagus ya. Memang kita ada program untuk meningkatkan produktivitas, kalau bisa pakai IP 400 sekali panen setahun, ini baru kita coba, di Ciampel ya,” ujar dia.

Baca Juga :   Blusukan ke SDN Wanajaya III, UBP Karawang Tularkan Semangat Belajar ke Para Siswa

Dengan IP 400, kata dia, pihaknya justru kini mendorong para petani untuk mampu panen empat kali dalam satu tahun. Pasalnya, dengan IP 400 ini petani sudah harus bisa menjajal program tersebut dengan mengefektifkannya.

“Selama ini kan kita panen setahun 2 sampai 3 kali, nah ini dicoba IP 400, ini untuk pada yang umurnya pendek gitu, yang umur 80 hari lah, mudah-mudahan bisa, kalau 80 hari memang semainya tuh harus di luar sawah,” ujarnya.

“Jadi pas habis panen itu sudah semai di luar, terus semasa olah itu pas selesai langsung tanam lagi,” imbuhnya.

Untuk yang sudah panen empat kali dalam satu tahun ini, lanjut dia, sudah ada yang berhasil menerapkannya.

“Jadi kalau tanam cepat yang empat kali kita coba bisa, karena verietasnya sudah tentu banyak, dulu kita coba verietasnya pakai M70d, nah itu memang sekitar 75 harian ya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, hasilnya panennya cukup produktif dengan hasil yang cukup baik untuk wilayah yang sudah memiliki pasokan saluran air di wilayahnya.

“Cukup bagus, tapi memang ini cari tempat yang airnya ada terus, makanya kita kan udah ada gorong air, kalau kita pakai gorong air yang lain kan entar marah dia, makanya kita kemarin tuh coba yang wilayah yang ada air terus bisa kita pompa,” tutupnya. (kie/ris)

Artikel sebelumnyaKejari Karawang Blusukan ke Desa, Ini yang Dibahas
Artikel selanjutnyaTuntas Dibangun, Pedagang Pasar Cilamaya Mulai Tempati Kios Baru