Beranda News Kapolres Marah Saat Rapat, Ketua Harian Gugus Tugas: Hanya Miskomunikasi

Kapolres Marah Saat Rapat, Ketua Harian Gugus Tugas: Hanya Miskomunikasi

TVBERITA.CO.ID – Ditegur Kapolres Karawang AKBP Arief Rachman Hakim dalam rapat bersama Evaluasi Kinerja Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, Selasa sore (13/10/2020) kemarin. Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang yang juga duduk sebagai Ketua Harian Satgas Covid -19, Acep Jamhuri menyebutkan hal itu hanya miskomunikasi saja.

“Tidak, tidak seperti itu, ini hanya miskomunikasi saja, kalau kinerja kita sudah bekerja,” kata Sekda Acep.

“Jadikan di grup Whatsapp itu ketika ada data yang harus cepat ditanggapi, tidak cepat ditanggapi oleh anggota gugus tugas yang lain. Sementara grup itu salah satu media tempat komunikasi,” jelasnya.

Namun demikian, Sekda Acep mengakui jika birokrasi dalam jajarannya selama ini memang belum baik dan tidak berjalan sistematis meskipun masing-masing pihak sudah mengerti dan jelas tugas pokok dan fungsinya.

“Ini bentuk introspeksi diri bagi kami, ke depan Satgas Covid ini harus bekerja lebih terukur dan tidak hanya seremonial saja. Dan memang kinerja kami harus ditingkatkan dan dibenahi, komunikasi dan sinergitasnya,” ujar Sekda Acep kepada awak media yang menemuinya usai kegiatan rapat yang digelar di Aula Rapat Lantai III Plaza Pemda Karawang.

Lebih lanjut diungkapkannya, dengan pihak industri pun komunikasi dan koordinasi selama ini juga belum berjalan baik dan sistematis. Sehingga tak heran jika yang terkonfirmasi positif terus bertambah dan membentuk klaster industri. Ini semua terjadi di luar dugaan.

“Sudah telat laporan dan laporannya salah, ini yang jadi salahnya, harusnya cepat lapor, tracing, dan test swab, sehingga cepat teratasi,” sesalnya.

Oleh karena itu, Sekda Acep menegaskan pihaknya akan segera melakukan pembenahan. Salah satunya setiap perusahaan atau pabrik, rumah sakit, hotel, pesantren dan lainnya wajib mempunyai satgas Covid-19.

“Kita akan periksa, kita akan lakukan pelatihan agar mereka lebih memahami tugas satgas ini seperti apa,” ucapnya.

Sementara itu disoal beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkup Pemerintahannya yang terkena Covid-19, Sekda Acep menegaskan hal itu bukan karena mereka (PNS) ini tidak mematuhi protokol kesehatan. Akan tetapi karena akibat adanya Adaptasi Kehidupan Baru (AKB).

“Akibat adanya AKB mereka jadi aruliiiiin ka mana-mana, itu yang menjadi klaster baru penularan itu, mungkin mereka tidak pakai masker atau tidak ada jarak,” kata Sekda Acep dengan logat sundanya yang khas seraya tertawa. (Nna/fzy)