Beranda News Keluarga Kartim Bantah Pernyataan Keluarga Naresih

Keluarga Kartim Bantah Pernyataan Keluarga Naresih

TVBERITA.CO.ID – Saling klaim kepemilikan atas SHM (Sertifikat Hak Milik) atas sebidang tanah antara keluarga Naresih dan Kartim yang pernah melakukan transaksi jual beli pada tahun 1960 yang berbuntut terjadinya gugatan perkara perdata oleh keluarga Kartim yang berakhir dimenangkannya perkara perdata tersebut hingga tingkat Kasasi.

Tidak sampai di situ saja, pihak keluarga Kartim yang menuntut haknya juga telah melaporkan permasalahan tersebut ke Polda Jabar namun Polda Jabar mengeluarkan SP3 karena tak cukup bukti untuk Pidananya.

“Kakek buyut kami Kartim tidak pernah menjual tanah yang telah dikuasai oleh pihak keluarga Naresih,” jelas Raden Kurnia Raga Sukma salah satu penggugat dari keluarga Kartim, Selasa (13/10).

“Hal ini saya buktikan dari pernyataan nenek saya Rusmini ketika masih hidup menyuruh saya mengurus tanah yang berada di Ciwareng,” ujarnya.

“Berdasarkan bukti kikitir yang dimiliki nenek saya tidak ada pencoretan alias peralihan hak,” tegasnya.

“Pada saat gugatan di PN Purwakarta dalam fakta persidangam pertimbangan hakim tidak hanya surat keterangan dari Kades Maracang saja, namun dengan jelas pensertifikatan tanah yang diajukan meraka yang ada dalam dokumen warkah di BPN tidak atas dasar jual beli tetapi penguasaan tanah lebih dari 20 tahun dan data datanya tidak sesuai dengan fakta yang ada,” ungkapnya.

“Pertama sertifikat yang mereka miliki persil nya tidak sesuai dengan sebenarnya, di sertifikat tercantum persil 16 padahal tanah tersebut adanya di persil 52,” ujarnya.

“Pada saat persidangan di PA tahun 2011 yang juga pernah kami gugat waris, mereka mengaku bahwa Esih neneknya Deni beli dari Rusmini dan Inem sekarang berubah yang beli neneknya Oong beli dari Kartim,” paparnya.

“Berubah-ubahnya alasan jual beli tersebut membuktikan mereka tidak punya alasan dan bukti yang absah, untuk itu kami mengklarifikasi pernyataan mereka yang dimuat di media,” tegasnya.

“Kami ahli waris Kartim sejak awal selalu mengedepankan upaya kekeluargaan dengan bermusyawarah mendatangi pak Oong Saan yg di lakukan oleh keluarga kami, namun mungkin tanggapan berbeda,” ujarnya.

“Kalau memang keluarga Naresih memiliki bukti seperti yang mereka sampaikan, silahkan saja dibuktikan. Keluarga kami siap dan kami juga siap membuka komunikasi dengan keluarga Naresih,” pungkasnya. (trg)