Beranda Headline Kepsek SDN Adiarsa Timur II Ambil Uang Siswi, Korban: Gak Bisa Jajan,...

Kepsek SDN Adiarsa Timur II Ambil Uang Siswi, Korban: Gak Bisa Jajan, Kan Diambil

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG – tertunduk┬álesu dan ekspresi hampir menangis, RNA yang duduk di bangku kelas IV, SDN Adiarsa Timur II, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, menceritakan bagaimana perlakukan oknum Kepala sekolah (Kepsek) kepada dirinya.

Didampingi kedua orang tuanya, RNA yang dikunjungi Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Karawang, Suryana bersama anggota Fraksi lainnya, menuturkan jika beberapa kali uang jajannya yang hanya sebesar Rp 5.000 itu diambil paksa dari kantong baju seragamnya oleh kepala sekolah.

” Uang jajan, diambil dari kantong, katanya untuk membayar uang kas teman-teman yang belum bayar,” kata RNA.

“Gak bisa jajan, kan uangnya diambil,” kata RNA lagi, polos.

Pernyataan RNA tersebut diamini ibunya, DIS.

Menurut DIS, sudah beberapa kali ia mendapati anaknya pulang sekolah dalam keadaan menangis.

“Ketika saya tanya kenapa, anak saya bilang jika seharian di sekolah ia tidak jajan, karena uang sakunya diambil Kepsek,” kata sang ibu, sedih.

DIS coba untuk bersabar, namun dalam satu minggu itu, lima kali putrinya ini pulang dalam keadaan menangis karena hal yang sama.

“Uang bekel anak saya itu diambil terus sama Kepseknya dari kantong anak saya sampai lima kali. Ya, tiga kali nangis saya diamkan, kelima kalinya saya langsung datangi ke sekolah, dan uang anak saya pun dikembalikan uang itu diambil Kepsek untuk nalangi uang kas anak murid lain yang belum bayaran, itu penjelasan Kepsek kepada saya ketika saya tanya kenapa uang jajan anak saya diambil,” ungkapnya memaparkan apa yang dialami putrinya di sekolah.

“Mungkin, dari sinilah awalnya, Kepsek tidak suka dengan saya, karena saya tegur langsung, dan beliau pun ketakutan dan langsung dikembalikan uangnya, Mungkin awalnya di situ, sehingga dia merasa terusik,” imbuhnya lagi.

Sang ibu menambahkan, banyak iuran-iuran lain yang kerap diminta pihak sekolah, termasuk salah satunya adalah uang raport sebesar Rp 30 ribu dengan rincian Rp 7.000 untuk kantong pribadi kepsek, Rp 5.000 untuk biaya akreditasi sekolah, dan Rp 18.000 untuk guru dan biaya print.

Dan setelah dirinya melaporkan kepada Saber Pungli, mungkin karena merasa terusik, tiba- tiba saja kedua anaknya yang duduk di kelas II dan IV diancam akan dikeluarkan paksa oleh sekolah.

Di tempat yang sama, Ketua Fraksi Golkar, Suryana yang juga Wakil Ketua DPRD meminta ibu Shella untuk tidak takut dan tetap tenang.

Pasalnya, kata Suryana, pihaknya akan melindungi dan membantu agar kedua anak yang dikeluarkan tersebut bisa sekolah dan belajar seperti biasa. Dan meluruskan kejadian tersebut dengan mengundang pihak sekolah dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karawang untuk mendengar penjelasan.

Saat berita ini diturunkan, belum ada keterangan apapun dari Disdikpora Karawang dan pihak sekolah yang bersangkutan. (nna/fzy)