Beranda Karawang Kepsek SDN I Pancawati Bantah Dugaan Pungli

Kepsek SDN I Pancawati Bantah Dugaan Pungli

TVBERITA.CO.ID – Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) I Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Lela Nurlaela, M.Pd membantah adanya dugaan pungli kaitan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online kepada orangtua murid di sekolahnya.

Didampingi Komite Sekolah, ia menegaskan, pihaknya tidak pernah melakukan pungutan tanpa peruntukan yang jelas. Semua sudah sesuai melalui prosedur yang jelas.

“Berdasarkan hasil rapat komite, orang tua murid sepakat mengadakan iuran untuk partisipasi operasional PPDB. Kesepakatan tersebut pun semata mata demi kepentingan anak didik dan kemajuan sekolah,” ujarnya kepada tvberita.co.id, Rabu (17/6).

Dikarenakan, sambung Lela, di dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) tidak ada biaya untuk operasional PPDB online. “Jadi ini murni atas dasar inisiatif para orangtua murid. Nominalnya pun bukan kita yang tentukan. Itu tergantung dari kerelaan para orangtua murid,” terangnya.

Ia menilai, ramainya dugaan pungli tersebut diduga karena ada kesalahpahaman dengan orangtua yang tidak hadir rapat.

“Memang ketika rapat kemarin tidak semua orangtua murid hadir saat itu. Karena kita jadwalkan bertahap, kan mengacu protokol kesehatan agar tidak berkerumun. Eh, sudah ramai duluan,” kata Lela.

“Bisa jadi orangtua yang belum hadir ini jadinya salah paham, sehingga menyampaikan informasi ke pihak luar tanpa bertabayyun terlebih dahulu,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Komite SDN I Pancawati, Ade Joni, munculnya iuran tersebut sama sekali tanpa unsur paksaan, karena kesepakatan tersebut berdasarkan hasil rapat dengan orangtua murid.

“Sudah beberapa kali saya jelaskan dalam rapat. Misalkan ada yang tidak mampu sehingga tidak ikut iuran pun, ya tidak apa-apa. Bahkan, jika memang ada yang keberatan, saya minta untuk dibahas saat itu juga,” tandasnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, untuk meredakan kesalahpahaman itu, pihaknya akan kembali mengundang seluruh orangtua murid ke sekolah. Tanpa terkecuali.

“Untuk menghindari kegaduhan, akan kita undang semua secepatnya. Kita rapatkan lagi, supaya clear lah,” pungkas Ade. (kie/fzy)