Beranda Headline Keputusan Hasil Verifikasi Faktual, Paslon Enak Minta Pendukung Tidak Anarkis

Keputusan Hasil Verifikasi Faktual, Paslon Enak Minta Pendukung Tidak Anarkis

TVBERITA.CO.ID –¬†Paslon perseorangan Endang-Asep Agustian (Enak) meminta pendukung, relawan, dan simpatisan agar tidak anarkis apabila KPU tidak meloloskan pasangan Enak.

Senin (20/7) besok, adalah jadwal rekapitulasi hasil verifikasi faktual calon perseorangan pada Pilkada Karawang tahun 2020. Namun saat rapat koordinasi dengan KPU Karawang, Jumat (17/7) lalu, Komisioner Bawaslu Karawang, Suryana Hadi Wijaya mengklaim telah menemukan sekitar 10 ribu dokumen dukungan bakal calon perseorangan yang TMS atau tidak memenuhi syarat. Ada kemungkinan pasangan Enak harus memperbaiki dokumen syarat pencalonan selama tiga hari dari tanggal 25, sampai 27 Juli 2020.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Balon Wabup Enak Asep Agustian SH. MH menginstruksikan agar para relawan, pendukung, serta simpatisan tidak berbuat anarkis ataupun kegaduhan yang lebih mengedepankan arogansi.

“Paslon Enak akan menerima apapun keputusan yang dikeluarkan KPU Karawang, jika saja hasil keputusan tersebut bersifat objektif,” kata Asep Agustian kepada tvberita.co.id.

“Dalam rekaptulasi hasil verfak ini, Paslon Enak akan bersikap gentle. Kamo tetap satu komando. Kami harus gentle. Saya ucapkan terima kasih betul buat para relawan yang selama ini mati-matian mencari dukungan KTP ke masyarakat. Saya juga merasakan langsung lelahnya bagaimana. Tapi apapun hasil keputusan KPU, ingat jangan sampai anarkis atau melakukan perbuatan yang melawan hukum,” tutur Askun, sapaan akrabnya.

Saat melakukan rapat koordinasi terbatas dengan beberapa relawannya, Askun mengakui, penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi Covid-19 seperti ini sangat merugikan calon perseorangan. Bagaimana tidak, syarat dukungan calon perseorangan yang lebih ketat ditambah dengan sulitnya mencari dukungan KTP ke masyarakat secara langsung di tengah pandemi Covid-19.

“Sebenarnya tidak ada nilai demokrasi Pilkada di tengah pandemi Corona seperti ini. Sulitnya buat syarat calon perseorangan sangat luar biasa. Contoh saja waktu verfak, warga ketakutan saat akan diverifikasi. Karena para petugas memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Warga nyangkanya bukan mau verfak, tapi mau tes Corona katanya. Jadi warga pada ketakutan saat akan diverifikasi. Itulah kenapa dari awal saya mengusulkan agar Pilkada diundur sampai pendemi Corona selesai. Karena sangat memberatkan calon perseorangan,” terang Askun.

Menjawab pernyataan dari Komisioner Bawaslu Karawang, Suryana Hadi Wijaya yang menyatakan ada 4.895 dokumen dukungan calon perseorangan yang meninggal dunia, Askun kembali menjelaskan jika seharusnya penyelenggara lebih memahami kajian temuannya tersebut. Pasalnya, kurang lebih hampir satu tahun berkas dukungan Paslon Enak tersebut dikumpulkan. Sehingga Paslon Enak sangat menyesalkan pernyataan dari Komisioner Bawaslu Karawang yang terpublikasi lewat media tersebut.

“Kita mengumpulkan dukungan KTP itu hampir setahunan. Jadi wajar ketika diverfak ada yang sudah meninggal, ya wajar usia manusia siapa yang tahu. Dan kita menyesalkan dengan framing pernyataan penyelenggara lewat media tersebut. Belum apa-apa sudah menjustifikasi dan disampaikan ke publik,” sesal Askun.

Jika pun Paslon Enak diharuskan melakukan perbaikan dokumen persyaratan, Askun menegaskan siap melakukan perbaikan.

“Jika perbaikannya di angka TMS 20 ribu kali dua atau 40 ribu, kami siap. Tapi kan jika 40 ribu dikali dua sesuai aturan main, ini sama saja kita kembali ke awal. Apa mungkin dalam waktu tiga hari kami melakukan perbaikan 80 ribu dokumen dukungan?” tanya balik Askun.

Kembali ditegaskan Askun, jika pun tidak lolos verifikasi dan tidak dapat mengikuti kontestasi Pilkada Karawang, Paslon Enak akan tetap memantau kinerja penyelenggara, agar penyelenggara bisa bekerja netra, tidak memihak salah satu calon.

“Pokoknya akan kita pantau terus. Mau penyelenggara ataupun kandidat calon nanti, ketika ada temuan yang sifatnya pidana, maka pasti akan kami laporkan,” tegas Askun. (red)