Beranda News Ketahuan Nginap di Hotel, Pengemis Ponorogo Diamankan

Ketahuan Nginap di Hotel, Pengemis Ponorogo Diamankan

Pengemis
Istimewa/net

Ponorogo – Pengemis elite di bumi Reog, Ponorogo diamankan Satpol-PP. Dia ketahuan sudah seminggu menginap di hotel tengah kota.

Pengamanan pengemis yang ketahuan membawa kunci kamar hotel itu terjadi saat Satpol-PP menggelar razia pengamen dan pengemis.

Setelah ditanya petugas, pengemis itu mengaku sudah sepekan di Ponorogo menginap di salah satu hotel yang lokasinya dekat dengan Alun-Alun.

Baca juga: Heboh Cerita Ibu di Karawang Diusir Anak Karena Warisan, Ternyata Begini Duduk Perkaranya

Alun-alun memang jadi sasaran para pengemis dan pengamen. Karena lokasi itu jadi salah satu tempat hiburan yang bisa dijangkau masyarakat.

Dilansir dari detik.com. “Beberapa hari terakhir kami memang razia pengemis. Salah satunya yang unik dan bikin kaget ya ada satu pengemis menginap di hotel,” terang Kabid Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat Umum Satpol PP Ponorogo, Subiyantoro kepada wartawan, Minggu (3/12/2023).

Menurut Subiyantoro, saat menggelar razia dia menangkap beberapa pengamen dan pengemis. Setelah diamankan, petugas meminta identitas para pengamen dan pengemis.

“Ditemukan KTP. Dari KTP itu salah satu dari pengemis merupakan warga Jombang. Juga terdapat kunci hotel di dalam tas pengemis berinisial A ini,” imbuh Subiyantoro.

Setelah ditanyai lebih lanjut, pengemis berjilbab cokelat itu tunawicara. Dia sudah 8 hari di Ponorogo dan lebih memilih menginap di hotel. Alasannya, karena baru sekali ini dia mengemis di Ponorogo.

“Modalnya cuma kardus, kemudian sengaja berangkat dari Jombang menggunakan bus. Sampai sini mengemis dan menginap di hotel,” papar Subiyantoro.

Baca juga: Bocah SD di Bekasi Dirundung Siswa SMA, Badan Diputar-putar Sambil Diintimidasi

Disinyalir hasil dari mengemis, lanjut Subiyantoro, dipastikan penghasilannya per hari lebih dari Rp 100 ribu. Berbekal kardus dan tulisan meminta sumbangan, A bisa meraup uang ratusan ribu dari hasil mengemis di Alun-Alun Ponorogo.

“Hotelnya saja berapa. Berani menginap dan sudah lebih dari sepekan. Hotelnya di tengah kota lho. Bukan hotel melati yang efek-ecek,” ujar Subiyantoro.

Menurutnya, dia bakal menggelar razia rutin untuk mengurangi ‘penyakit’ masyarakat tersebut.

Pasalnya, tak jarang pengamen atau pengemis marah jika diberi uang Rp 500 atau Rp 1000.

“Ya memang mereka ini dikasih Rp 500 atau Rp 1.000 sering marah, maka akan kami gelar razia secara rutin,” pungkas Subiyantoro. (*)