Beranda News Ketua DPRD Tak Tanggapi Keluhan ISPO

Ketua DPRD Tak Tanggapi Keluhan ISPO

TVBERITA.CO.ID, PURWAKARTA –¬†Pandemi Covid-19 yang berimbas kepada perekonomian masyarakat ternyata berdampak sangat luas, terbukti profesi seperti fotografer yang kerap mendapatkan job di acara resepsi pernikahan ataupun acara lainnya juga murung akibat larangan adanya kegiatan berkumpul dalam pencegahan dan penanganan Covid-19.

Akibatnya profesi ini juga berdampak, namun hingga sekarang mereka yang menggeluti profesi tersebut tidak ada kejelasan apakah mereka termasuk ke dalam jejaring sosial yang digaungkan pemerintah atau tidak sama sekali.

“Kalau dampaknya kami juga terkena imbas dari Covid-19, job kosong karena pelarangan berkumpul akibat pandemi Covid-19,” jelas Ketua ISPO (Ikatan Silaturahmi Fotografer dan Videografer) Purwakarta Maman Alifa kepada tvberita.co.id, Kamis (28/5), didampingi anggota ISPO lainnya.

“Acara resepsi pernikahan misalnya, yang akan menggunakan jasa kami yang tadinya akan digelar harus batal, begitu juga job lainnya yang melarang berkumpul, akibatnya penghasilan kami pun tidak ada, bahkan sampai hari ini pun kami tidak punya kegiatan apa-apa,” ujarnya.

“Saat masyarakat mendapatkan bansos, maka nasib kami berbeda, tidak ada satupun program bansos yang menyentuh kami, apakah profesi kami tidak termasuk ke dalam bansos yang terdampak Covid-19,” ungkapnya.

“Bahkan kami pun pernah menyampaikan keluhan kami baik ke Bupati Purwakarta bahkan ke Ketua DPRD Purwakarta, namun tidak ada ketegasan dan kejelasan, ujungnya ngambang dan masih dalam kondisi yang sama,” terangnya.

“Kami masih menunggu kejelasan nasib kami, setidaknya dengan wacana pemerintah new normal kami bisa mendapatkan ketegasan untuk profesi kami, hal apa yang harus dilakukan untuk acara yang berhubungan dengan orang banyak, protokol apa yang harus disiapkan,” tegasnya.

“ISPO akan melakukan langkah akhir, dengan menyurati Gubernur Jabar, Wakil Bupati Purwakarta dan pihak lainnya terkait nasib kami, kalaupun langkah ini juga tidak memberikan solusi bagi kami, entah kemana lagi kami harus mengadukan,” ujarnya.

“Kita masih memunggu, harapannya ada keputusan yang bijak untuk meneruskan keberlangsungan kehidupan kami dan keluarga,” pungkasnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta Ahmad Sanusi saat dihubungi belum memberikan keterangan apapun terkait profesi yang tergabung dalam ISPO. (trg/fzy)