Beranda News Ketua Pengadilan Tak Nongol, Aliansi Kian Santang Pilih Balik Kanan

Ketua Pengadilan Tak Nongol, Aliansi Kian Santang Pilih Balik Kanan

PURWAKARTA-Aksi Aliansi Kian Santang di Pengadilan Negeri Kabupaten Purwakarta mempertanyakan kasus Mamin Pemda Kabupaten Purwakarta 10 tahun yang lalu dan telah mengeksekusi pihak pengadaan Yulia Catering beberapa waktu lalu masih belum mendapatkan jawaban pasti.

Pasalnya, Ketua Pengadilan Negeri Purwakarta Hasanudin tidak berada ditempat karena menurut informasi sedang mengikuti kegiatan di Bandung.

Aliansi Kian Santang yang hanya diterima oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Purwakarta Darma Indo Damanik SH. M. KN memilih menunda audensi dengan Ketua Pengadilan Negeri Purwakarta karena Aliansi Kian Santang beranggapan bahwa yang berkompeten dalam penjelasan terkait kasus tersebut hanya Ketua Pengadilan Negeri Purwakarta.

“Kami memilih menunda audensi untuk mempertanyakan kasus Mamin yang sudah selesai dan muncul kembali dan mengeksekusi pemilik Yulia Catering yang bekerja sama dengan Pemda untuk menjalani hukuman,”jelas koordinator Aliansi Kian Santang Elan Sopyan Rabu (5/1)

“Kasus ini permasalahan lama, kenapa bisa tiba-tiba muncul kembali, ada apa dengan pengadilan dan pihak lainnya, adanya dugaan mafia hukum terlihat jelas,”ungkapnya.

“Untuk itu kami meminta kepada Ketua Pengadilan Negeri agar bisa menjelaskan ada apa sebenarnya dan dugaan adanya kepentingan jelas terjadi,” tegasnya.

“Alasan apa tertunda, kasus tahun 2006 dan sudah ada putusan MA tahun 2011, lalu hari ini ada eksekusi, kinerja Pengadilan Negeri harus dipertanyakan, kemanakah berkas kasus dulu dan baru hari ini dibuka dan langsung eksekusi,”paparnya.

“Karena Ketua Pengadilan Negeri Purwakarta tidak ada, lebih baik kami menunda, dan kami akan datang kembali dengan massa yang lebih besar apabila pertanyaan kami tidak dijawab,”pungkasnya.

Beberapa tuntutan Aliansi Kian Santang diantaranya mendesak PN Purwakarta untuk menjelaskan penyebab tertundanya selama 10 tahun, eksekusi putusan MA tahun 2011 yang menyatakan pemilik Yulia Catering bersalah dalam kasus Mamin Gate tahun 2011.

Baca Juga :   Tergiur Harga Murah, 57 Calon Pengantin di Karawang Tertipu WO

Mendesak Ketua PN bertanggung jawab serta memeriksa secara terbuka dengan melibatkan unsur masyarakat (Ormas, LSM, OKP dan Media).
Mendesak PN Purwakarta untuk melaporkan oknum-oknum mafia Pengadilan yang terlibat pada APH atau hukum rimba yang akan dilakukan.

Menuntut Ketua PN Purwakarta untuk mundur dari jabatannya bila tidak bisa menyelesaikan kasus Mamin Gate tahun 2016 dan meminta PN Purwakarta untuk menjaga integritas semangat marwah Pengadilan Negeri. (trg)

Artikel sebelumnya19 Calon Penilik Karawang Belum Dilantik, Disdikpora: Sabar Dulu
Artikel selanjutnyaBedeng Proyek Kereta Api Cepat di Karawang Hangus Terbakar