Beranda News Kontraktor Akui Terbantu Keberadaan TP4D Karawang, Ini Alasannya

Kontraktor Akui Terbantu Keberadaan TP4D Karawang, Ini Alasannya

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID– Salah satu intruksi Presiden Nomor 7 tahun 2015 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi adalah meningkatkan upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi di Instansi Pemerintahan.

 

Pada pokoknya, instruksi Presiden Joko Widodo ini menekankan pentingnya peran kejaksaan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan menjaga kelancaran program pembangunan.

Dimana kemudian, arahan ini ditindaklanjuti oleh Kejaksaan dengan mengakselerasi pembangunan dan program-program strategis pembangunan baik di tingkat pusat maupun daerah.

Dan di lingkup daerah dibentuklah Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Tugas dan fungsi TP4D adalah mengawal, mengamankan, dan mendukung keberhasilan jalannya pemerintahan dan pembangunan melalui upaya preventif dan persuasif.

Dan salah satu kontraktor yang merasakan manfaat kehadiran TP4D di Kabupaten Karawang ini adalah Endro Widiyantoko.

Kepada Tvberita.co.id, Senin (7/10), Endro mengatakan keberadaan Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) sangat membantu saat pelaksanaan proyek.

Pasalnya, kontraktor jadi tahu terkait hal mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat proses pembangunan.

Menurut Endro, bagi dirinya pribadi pendampingan pihak TP4D tentunya sangat diperlukan, di mana ia pun merasa jadi lebih aman saat bekerja.

Menanggapi pemberitaan yang ramai beredar di media, Endro mengaku tidak setuju, di mana disebut bahwa TP4D diduga kerap merongrong kontraktor dan berindikasi melakukan pungli.

Dikatakan Endro, sebagai pelaku usaha, keberadaan TP4D justru sangat membantu dalam mengarahkan cara bekerja yang benar terutama hal-hal yang menyangkut administrasi.

“Mulai dari persiapan sampai laporan akhir proyek. Karena administrasi atau laporan pekerjaan akan sangat membantu kita kalau suatu saat ada masalah. Dari situ kita punya data dan bisa berargumen secara benar dan tepat,” katanya menegaskan.

Ia pun menilai jika ada kontraktor yang bicara TP4D itu merongrong atau menghambat, berarti mereka (Kontraktor) tidak siap untuk bekerja dengan benar.

“Atau jangan-jangan kontraktor itu abal-abal,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, ramai diberitakan di media, adanya keluhan dari seorang kontraktor jasa konstruksi terkait prilaku oknum jaksa TP4D yang dinilainya “mata duitan”. Di mana oknum Jaksa Nakal tersebut diduga kerap meminta sejumlah uang dengan dalih uang koordinasi dalam setiap kegiatan proyek Pemerintah Daerah yang sedang dikerjakannya. (Nna/kie)

Komentar Facebook