Beranda News LSPR Buka Kelas e-Learning Kuliah Jarak Jauh

LSPR Buka Kelas e-Learning Kuliah Jarak Jauh

TVBERITA.CO.ID – Wabah Covid -19 yang berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan, khususnya kepada dunia pendidikan perguruan tinggi di Indonesia, sudah hampir empat bulan belajar di rumah. Melihat efektivitas kenyamanan metode pembelajaran online, menjadi pilihan perguruan tinggi London School of Publik Relation (LSPR) di tengah pandemi untuk membuka secara resmi kelas e-learning Program, atau pembelajaran secara online dan kuliah jarak jauh.

e- learning ini secara resminya adalah pembelajaran jarak jauh (PJJ), ini sebenarnya program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah jauh sebelum konsep merdeka belajar, bahkan di kampus terbuka, dan disusul adanya wabah Covid-19 melanda di Indonesia dan seluruh dunia.

“Ini sebenarnya sudah dicanangkan waktu era perguruan tinggi di bawah Kemenrisetdikti tahun 2015, terjadi yang sangat luas antara jumlah Indonesia yang dalam usia produktif ingin kuliah yang benar-benar masuk perguruan tinggi namun saat itu terkendala oleh biaya dan lain halnya,” ungkap Director e-Learning LSPR Dr. Ari Widodo saat bincang dengan Tvberita usai Launching kelas e-Learning di LSPR Transpark Juanda Bekasi Timur, Jumat (11/9/20).

Lebih lanjut kata Ari, dicarikan solusinya, bagaimana orang Indonesia belajar secara formal, tapi tidak terkendala yang membuat tidak bisa secara langsung ikut kuliah tatap muka karena terhalang berbagai hal, ternyata setelah diurai kendala oleh waktu dan biaya yang tinggi dan akses infrastuktur.

“Kita yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, khususnya di Bekasi ini sangat beruntung bisa naik kereta api masih bisa kuliah di Jakarta. Kalau buat yang ingin belajar dari luar daerah mau kuliah jurusan Public Speaking, Public Relation, tetapi banyak kendalanya jarak jauh karena kampusnya ada di Jakarta, dan kendala lainnya keadaan keluarga, dan orang tua di rumah sendirian,” jelas Ari.

Jadi program ini dicanangkan dengan tujuan, yang dibangun dengan pembelajaran dengan konteks ASEAN. Dari sanalah dibuatkan semacam garis besar, apa itu pembelajaran jarak jauh? Di tahun 2015- 2016 dikeluarkanlah program e-learning ini oleh pemerintah, dan tarik ulurnya sangat banyak dari berbagai perguruan tinggi untuk membuka e-learning program tersebut.

Dan uniknya, tantanganya paling besar dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN), metode e-learning ini banyak diminati karena mereka banyak memiliki kepentingan di dalamnya. Namun yang paling menariknya juga di Perguruan Tinggi Swasta (PTS), yang awalnya e-learning itu sebagai sharing materi, sekarang dihidupkan lagi, bahkan PTN bisa berbagi materi dengan PTS.

“Itupun juga yang sudah dapat izin ada syaratnya juga, dengan catatan akreditasi kampusnya minimal harus ‘B’. di mana kalau B bisa membuka cabang pusat pembelajaraan di manapun secara nasional. Dan itu hanya dibatasi tiga lokasi,
“tapi kalau kampusnya sudah dapat akreditasinya ’A’ mereka tidak punya batasan jumlahnya, dan membuka akses pusat studinya e-learning di luar negeri seperti kampus LSPR,” bebernya.

Adapun maanfaatnya dengan program pembelajaran jarak jauh ini, nanti dikauinya sendiri program studinya. “Bahkan dari kemenrisetdkti jadi berfikir, ga semua perguruan tinggi yang sanggup menjalankannya. Lalu dibuatkan syarat untuk dievaluasi, dan mendapatkan izin langsung dari Kemenrisetdikti jadi izinnya berbeda.”

“e-learning di LSPR sudah diajukan sejak tahun 2016 dan tahun 2017 sudah dibuka, murid di semester pertama ada 45 orang, di semester kedua ada kenaikan grafik lagi sebanyak 60 mahasiswa berdomosili dari seluruh Indonesia, dan ada satu mahasiswa dari Luang Negeri, Korea Selatan. Saya berharap, dengan hadirnya kelas e-learning Programe di LSPR Bekasi bisa bermanfaat bagi masyarakat yang ingin ikuti kuliah secara online,” tuturnya. (Trg/fzy)