Beranda Headline Mantan Ketua DPRD Karawang Belum Kembalikan Mobil Dinas, Sekwan Pasang Badan

Mantan Ketua DPRD Karawang Belum Kembalikan Mobil Dinas, Sekwan Pasang Badan

KARAWANG, TVBERITA CO.ID– Mantan Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Toto Suripto dikabarkan belum mengembalikan kendaraan dinas yang bukan menjadi hak miliknya lagi.

Selain itu informasinya, ada dua mantan pimpinan DPRD lain yang juga belum mengembalikan mobil yang dibeli dengan uang negara tersebut.

Padahal masa kepemimpinan mereka sudah habis sejak dilantiknya Anggota DPRD baru periode 2019-2024, bulan Agustus lalu. Di mana kursi unsur pimpinan DPRD pun turut ikut berganti.

Dan pada saat dikonfrimasi Tvberita.co.id terkait kebenaran kabar tersebut melalui pesan singkatnya, Toto Suripto tidak memberikan jawaban.

Namun demikian, belum kembalinya kendaraan-kensaraan tersebut dibenarkan oleh Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Karawang, Agus Mulyana.

Menurutnya, saat ini baru ada dua mobil yang ada di DPRD. Yang satu sudah dikembalikan ke bidang aset. Dan yang satu sudah tidak layak dan disimpan.

“Insya Allah, besok semuanya ada, kalau yang pak Ajang ada masih dipakai,” kata Agus meyakinkan.

Ia mengatakan, belum kembalinya kendaraan dinas milik negara ke aset daerah ini dikarenakan keterlambatan dirinya memberitahukan kepada mantan pimpinan dewan tersebut.

“Ini keterlambatan saya menghimbau kepada mantan-mantan pimpinan dewan ini kaitan kendaraan tersebut,” kata Agus.

Ia pun meminta dimaklumi, pasalnya, saat ini adalah masa transisi pergantian antara pimpinan yang lama dengan yang baru.

“Yang jelas ini adalah keterlambatan saya salam proses penyampaian kepada mereka kaitan dengan penyerahan mobil tersebut kepada kita,” tandasnya.

Agus menyampaikan, seharusnya kendaraan-kendaraan tersebut memang harus dikembalikan begitu habis masa jabatan.

Namun dikarenakan mantan pimpinan dewan ini terpilih kembali, maka tidak ada kekhawatiran meski kendaraan tersebut digunakan terlebih dahulu karena ada kegiatan lain.

“Kesalahan ini adalah mutlak kesalahan saya yang tidak tegas dalam proses pelaksanannya, di mana seyogyanya begitu pimpinan yang baru ini dilantik, kendaraan tersebut sudah terfasilitasi,” ujarnya.

“Dan baik pimpinan maupun anggota tidak ada lagi istilah pinjam pakai, karena memang sudah difasilitasi. Ini hanyalah masalah komunikasi. Ini masa transisi yang baru saya alami, jika ada permasalahan, ini karena keterbatasan kemampuan saya. Saya akui,” imbuhnya lagi. (nna/kie)