Beranda Cirebon Miris! Jalur Pantura Cirebon Ditutup untuk Balap Liar, 97 Pelaku Diciduk

Miris! Jalur Pantura Cirebon Ditutup untuk Balap Liar, 97 Pelaku Diciduk

Balap liar pantura
Para pelaku balap liar di Kota Cirebon saat dikumpulkan di halaman Mapolres Cirebon Kota (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)

TVBERITA.CO.ID – Aksi balap liar kembali meresahkan warga. Sebanyak 97 orang diamankan jajaran Polres Cirebon Kota usai nekat menutup Jalur Pantura dan mengubahnya menjadi lintasan balap liar, Sabtu (19/7) dini hari. Jalur ini merupakan akses utama antarkota dan antarprovinsi yang vital bagi arus lalu lintas.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 01.30 WIB. Saat tiba di lokasi, petugas mendapati jalan sudah ditutup oleh para pelaku yang bersiap melakukan balapan.

Baca juga: IPKB Karawang Goes to School, Bekali Siswa SMAN/SMK Agar Jadi Generasi Berencana

“Dari 97 orang yang kita amankan, dua di antaranya adalah perempuan. Beberapa masih di bawah umur, sebagian lainnya sudah dewasa,” ujar Eko saat konferensi pers di halaman Mapolres Cirebon Kota, Sabtu pagi.

Polisi juga mengamankan 57 sepeda motor yang diduga digunakan untuk aksi balap liar. Motor-motor tersebut umumnya tidak memenuhi standar keselamatan, mulai dari ban kecil, knalpot bising, hingga tidak memiliki STNK.

“Sebagian besar motor tidak layak secara teknis dan tidak dilengkapi surat-surat. Ini akan kami tindak melalui tilang, dan kendaraan akan kami tahan selama satu bulan sebagai bagian dari pembinaan,” tambah Eko.

Wajah-wajah lusuh para pelaku tampak berkumpul di halaman Mapolres sejak pagi. Kepada mereka, polisi juga akan melakukan tes urine guna memastikan tidak ada keterlibatan penyalahgunaan narkoba.

Bagi pelaku yang masih di bawah umur, polisi akan memanggil orang tua dan pihak sekolah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pencegahan berulangnya kejadian serupa.

“Untuk anak-anak dan pelajar, kami akan panggil orang tua dan guru mereka agar ikut bertanggung jawab melakukan pembinaan,” tegas Eko.

Baca juga: Tragedi di Garut: Tiga Orang Tewas Saat Panggung Hiburan Rakyat Pernikahan Anak Dedi Mulyadi

Lebih lanjut, Polres Cirebon Kota akan meningkatkan patroli serta menyelidiki kemungkinan adanya praktik perjudian di balik aksi balap liar ini.

“Kami tidak hanya menghentikan aksi balap liar, tapi juga akan menyelidiki apakah ada unsur perjudian di dalamnya. Jika terbukti, tentu akan ada penegakan hukum yang lebih tegas,” tandas Kapolres. (*)