Beranda Nasional Butuh Rp 200 Miliar, Anggaran Perbaikan Jalan Rusak

Butuh Rp 200 Miliar, Anggaran Perbaikan Jalan Rusak

KOTA BEKASI, TVBERITA.CO.ID- Rusaknya ruas jalan di seluruh Kota Bekasi bakal sulit teratasi. Minimnya anggaran menjadi salah satu kendala untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang selalu dikeluhkan masyarakat.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DBMSDA Kota Bekasi, Widayat Subroto tidak menampik hal tersebut. Dia menyebutkan, setidaknya membutuhkan anggaran pemeliharaan jalan sekitar Rp200 miliar setiap tahun untuk membuat jalan di Kota Bekasi ini mulus.
Ia mengklaim, setidaknya ada sekitar 7-8 persen jalan di Kota Bekasi yang rusak parah. Saat ini, perawatan jalan rusak tersebut menggunakan skala prioritas karena minimnya anggaran.
“Perbaikan jalan rusak dengan perbaikan permanen merupakan kegiatan yang membutuhkan dana yang tidak sedikit dan perlu lewat lelang kegiatan. Untuk memperbaiki 7-8 persen semua jalan rusak, Pemkot Bekasi membutuhkan anggaran sebesar Rp200 miliar,” ungkap Subroto kepada Wartawan, Senin (19/2).
Lebih lanjut, Subroto menambahkan, jalan rusak terbanyak berada di jalan arteri dan jalan kolektor dan menjadi prioritas penanganan yang dilakukan tim Unit Reaksi Cepat (URC) DBMSDA Kota Bekasi. Hal itu untung mengurangi jumlah panjang jalan yang terus-menerus bertambah rusak.
“Dua tim kita bagi untuk melakukan penambalan jalan rusak. Kita upayakan keluhan warga terkait jalan rusak kita tangani secepatnya. Sementara ini dilakukan URC dan penanganan penambalan saja untuk kegiatan rehabilitasi belum dilakukan karena perlu tahapan lelang,” bebernya.
Ia menerangkan, saat ini Pemkot Bekasi hanya mengalokasikan anggaran pemeliharaan jalan rusak sebesar Rp18-20 miliar pertahun. Dengan mementingkan skala prioritas pembangunan yang memang sangat dikeluhkan masyarakat.
“Estimasinya dalam setahun kita hanya mampu melakukan pemeliharaan jalan 1,2 persen. Karena keterbatasan anggaran tadi. Tapi, kita akan upayakan mencari anggaran dari luar APBD seperti hibah DKI dan anggaran Kementerian termasuk juga CSR supaya bisa mengatasi persoalan ini,” pungkasnya.(cr1/fzy)