
“Para petani kita, nelayan kita, selama ini kurang dibela dan kurang dilindungi,” ucapnya.
Baca juga: THM Karawang Theatre Night Bakal Dibuka Meski Ramai Ditolak, DPRD: Kalau Tak Ada Izin Ya Tutup..
Presiden juga menyinggung pengalaman saat pandemi Covid-19, ketika Indonesia kesulitan mendapatkan beras karena negara-negara produsen menahan stoknya.
“Waktu Covid, negara yang punya beras tidak mau jual ke kita. Itu menjadi peringatan keras agar kita tidak tergantung pada bangsa lain,” ujarnya.
Pun kepada seluruh komunitas pertanian nasional, ia mengucapkan terima kasih karena dinilainya telah bekerja keras mewujudkan swasembada pangan lebih cepat dari target empat tahun yang ditetapkan.
“Saya beri target swasembada beras maksimal empat tahun saat dilantik. Alhamdulillah, dalam satu tahun kita berdiri di atas kaki kita sendiri,” pungkasnya. (*)








