Beranda Ekonomi Mengingat Lagi Karunia Tuhan Betapa Istimewanya Indonesia

Mengingat Lagi Karunia Tuhan Betapa Istimewanya Indonesia

Ilustrasi foto: istimewa.

TVBERITA.CO.ID – Seorang Haji suku Bugis di Makassar, Sulawesi selatan berujar, “Omset jualan saya dari hasil ekspor rumput laut terus meningkat dan sekarang sudah di angka 50 Milyar rupiah per Bulan!!”

Padahal si pak Haji ini mengekspor rumput laut dengan kondisi seadanya.

Rumput laut yang beliau eksporpun cenderung berbentuk curah, dimuat dalam kantong karung plastik bekas dengan kadar air yg masih cukup basah karena dijemur hanya sebentar.

Rumput laut ini kemudian dimuat dalam Container 40 feet sebelum dibawa ke pelabuhan untuk didistribusikan ke mancanegara.

Dalam kondisi standar minimal begini saja rumput laut mentah laku keras dan bahkan pihak buyer di negara negara Asia khusus nya China mengatakan padanya, “Pak Haji kirim berapa Container pun bapak kirim kami akan terima dan langsung bayar,” begitu ceritanya.

Di lain tempat di Gresik Jawa Timur seseorang yang asalnya adalah seorang pengumpul ikan sisa pelelangan kecil-kecilan telah tumbuh dalam 30 tahun ini menjadi eksportir Ikan beku dan produk hasil olahan ikan laut lainnya dengan nilai annual sale sebelum Pandemi Covid 19 sebesar 5 Trilyun Rupiah!

Seorang professor pada Departemen Pertanian Universität Hohenheim-Stuttgart Jerman pernah memberi saran kepada para kandidat doktor asal Indonesia yang ingin menulis riset S3 di Universitas yang terkenal untuk bidang tehnik pertanian dan pangannya itu.

Baca juga: Hadapi Arus Mudik, Ketua DPR RI Ingatkan Pemerintah: Tragedi 2016 Jangan Terjadi Lagi

Sarannya adalah sebagai berikut :

Kandidat doktor pertanian asal Indonesia yang mengajukan proposal disertasi kepada professor pembimbing untuk memperoleh gelar doktor pada universitas kami selalu saja memilih tema riset sekitar Gandum, Keju, apel, anggur dan hal hal khas eropa lainnya.

Baca Juga :   Viral Isu Bakso Tikus di Karawang, Ketum Papmiso Angkat Bicara

Mereka pikir itu adalah pemilihan tema riset yang tepat mengingat para Professor Jerman pembibing mereka adalah ahli pada bidang-bidang tersebut.

Tapi sebenarnya pemikiran seperti ini agak keliru. Berikut pemikiran para professor tersebut:

“Kami sebagai pembimbing program doktoran tentu juga ingin belajar dari mereka tentang jenis tanaman asal tanah air mereka sendiri.”

“Kami ingin para kandidat itu menulis tema riset seperti tentang: Kangkung, salak, durian, rambutan, dan lain-lain.”

“Karena tema-tema ini lebih menarik minat kami sebagai pembimbing dan tentu saja memudahkan para Kandidat untuk diterima masuk program doktor di Universitas kami dan seluruh Universitas di Eropa.”

Kisah-kisah nyata di atas sebetulnya merupakan petunjuk bagi siapa yang berpikir akan ke mana arah tujuan ekonomi dan Industri bangsa Indonesia.

Tanah air kita mempunyai tanah yang subur, di mana biji-bijian apapun yang kita buang saja ke tanah kita maka akan tumbuh menjadi pohon.

Tanah air kita mempunyai matahari yang bersinar sepanjang tahun sehingga tanaman akan cepat bertumbuh dan bahkan kita bisa mendapatkan dua kali dalam setahun musim panen suatu komoditi.

Tanah air kita juga mempunyai musim penghujan yang membawa pupuk nitrogen gratis dari langit.

Sungai dan mata air pun terhampar di mana-mana, siap untuk mengantarkan asupan nutrisi bagi tanaman kita.

Ketika tanaman konsumsi kita tumbuh subur, maka praktis akan tumbuh berkembang pula aneka hewan yang diternakkan untuk mencukupi kebutuhan protein masyarakat.

Hasil dari segala daya upaya kita mengolah tanah yang subur akhirnya segera terhidang manis di atas meja makan kita masing-masing.

Baca juga: Idul Fitri 1443 H, Momentum Pulihkan Ekonomi Negara

Jenisnyapun beragam sesuai dengan tatacara masyarakat kita mengolahnya seperti: Rendang, Nasi goreng, Gado gado, Gudeg, Rica rica, es teler, gulai, teh tarik, aneka jamu, aneka kue basah dan jenis panganan lainnya.

Baca Juga :   Berikut Daftar Nama Korban Kecelakaan Maut Tewaskan 7 Orang di Purwasari Karawang

Di laut kita menyimpan harta karun yang tak seorangpun di dunia ini dapat membayangkannya.

Ada berbagai jenis Ikan di laut kita, dari yang bisa dikonsumsi hingga ikan sebagai hiasan berikut segala mahluk laut non ikan.

Kemudian juga ada kekayaan mineral bawah laut seperti cadangan minyak dan gas lepas pantai.

Keindahan laut juga dapat dieksplorasi bagi kesejahteraan bangsa khususnya masyarakat pesisir yang bisa mendapatkan keuntungan ekonomis dari banyaknya pengunjung baik domestik maupun mancanegara yang ingin menikmati.

1
2
Artikel sebelumnyaHadapi Arus Mudik, Ketua DPR RI Ingatkan Pemerintah: Tragedi 2016 Jangan Terjadi Lagi
Artikel selanjutnyaPeringati Hardiknas, Disdikpora Karawang Gelar Berbagai Lomba