Beranda Bekasi New Normal, Layanan Keimigrasian Kota Bekasi Mulai Buka Sejak 15 Juni

New Normal, Layanan Keimigrasian Kota Bekasi Mulai Buka Sejak 15 Juni

TVBERITA.CO.ID – Menghadapi New Normal atau masa kenormalan baru selama masa pandemi global Covid-19 melanda, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi kembali membuka pelayanan keimigrasian per tanggal 15 Juni 2020.

Pelayanan keimigrasian yang kembali dibuka meliputi permohonan paspor baru, penggantian, hilang, rusak, alih status keimigrasian, pemberian izin tinggal terbatas (ITAS) baru, pemberian surat keterangan keimigrasian (SKIM), pendaftaran kewarganegaraan ganda terbatas, dan fasilitas keimigrasian.

“Kuota permohonan paspor baru/penggantian yang akan dibuka selama masa kenormalan baru dibatasi maksimal 50% dari kapasitas normal,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi Petrus Teguh Aprianto saat dikonfirmasi TVBerita, Selasa (16/6/20).

Pemohon paspor dapat mengambil antrean paspor online melalui aplikasi Layanan Paspor Online atau website antrian.imigrasi.go.id. Aplikasi Layanan Paspor Online dapat diunduh di aplikasi Appstore atau Playstore.

“Kuota antrean paspor sudah dibuka sejak hari Jumat, 12 Juni 2020. Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi sendiri, saat ini telah menyiapkan sarana dan prasarana menghadapi kenormalan baru,” kata pria yang akrap disapa Teguh ini.

Adapun sarana dan prasarana yang disiapkan, petugas akan dilangkapi dengan masker, sarung tangan dan face shield. Serta meja pelayanan akan dilengkapi dengan pembatas trasparan.

“Setiap pengguna jasa keimigrasian diwajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan yang telah disediakan, melalui pemeriksaan suhu tubuh dengan maksimal 37,5⁰ C, melakukan jaga jarak minimal 1 – 2 meter (physical distancing),” jelasnya.

Petrus Teguh mengimbau bagi masyarakat yang telah selesai melakukan proses wawancara untuk menggunakan jasa pengiriman paspor di konter PT. Pos Indonesia yang telah disediakan di dalam gedung Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi.

“Hal ini untuk mengurangi intensitas kehadiran pemohon di Kantor Imigrasi Bekasi,” jelasnya. (ais/fzy)