Beranda Karawang Palsukan Keimigrasian, 5 WNA Asal India Dideportasi

Palsukan Keimigrasian, 5 WNA Asal India Dideportasi

KARAWANG – Lima orang warga negara India yang memalsukan dokumen keimigrasian akan segera dideportasi setelah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Karawang. Empat orang mendapat hukuman denda, sedang seorang lagi dihukum 7 bulan penjara. Pihak Imigrasi Karawang masih mempersiapkan dokumen deportasi.

“Lima orang warga negara India sudah menjalani sidang di PN Karawang dan hakim sudah menjatuhkan vonis bersalah terhadap mereka. Empat orang dihukum denda dan menerima putusan hakim. Sedang yang satunya yaitu CSP (57) divonis 7 bulan penjara dan menyatakan banding,” kata Kepala Imigrasi Karawang, Winarko, Rabu (8/9/21).

Menurut Winarko, karena empat sudah menerima putusan hakim, maka perkaranya dinyatakan inkrah dan pihak iImigrasi akan memproses deportasi terhadap empat orang yaitu KS (21), RS (20), SS (40) dan DS (38). Sedangkan CSPkarena mengajukan banding maka pihak imigrasi masih menunggu putusan banding. “Empat orang akan kita deportasi secepatnya sekarang sedang proses. Selain itu mereka juga sedang kita ajukan larangan masuk Indonesia,” katanya.

Sebelumnya Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang
menangkap 5 orang warga negara India karena memalsukan dokumen keimigrasian. Pelaku memalsukan dokumen imigrasi karena ingin berangkat ke Jepang melalui Indonesia. Namun aksinya berhasil di ketahui petugas imigrasi karena curiga dengan keberadaan pelaku.

Pemalsuan dokumen keimigrasian ini terungkap bermula ketika CSP belum memperpanjang Kitap ( kartu izin tinggal dan menetap). Kemudian petugas imigrasi mendatangi rumah CSP diwilayah Telukjambe. Saat sampai dirumah CSP petugas menemukan 4 orang India lainnya yang juga tinggal disana dalam kamar khusus. Petugas juga menemukan dokumen ke Imigrasian masih dalam bentuk blangko kosong. Lantaran curiga petugas langsung memeriksa seluruh ruangan dan menemukan lebih banyak lagi dokumen keimigrasian palsu. (kie/ris)

Artikel sebelumnyaKetua Manggala Garuda Putih, Sekwan Harus Banyak Baca
Artikel selanjutnyaBerdampingan dengan COVID-19, Prokes Harus Jadi Tatanan Dasar Kehidupan