Beranda Headline Pandemi Juga Menghantam Angkutan Umum, Sopir: Bawa 30 Persen Saja Sudah Beruntung

Pandemi Juga Menghantam Angkutan Umum, Sopir: Bawa 30 Persen Saja Sudah Beruntung

TVBERITA.CO.ID – Jumlah angkutan kota yang beroperasi di Kabupaten Karawang terus menyusut. Dari 55 izin trayek yang terdata di Dinas Perhubungan (Dishub), hanya 33 trayek yang aktif.

Belum lagi sejak pandemi Covid-19, jumlah angkutan kota (angkot) yang beroperasi pun semakin menyusut tinggal sekitar 1.000-an pengemudi.

Dikatakan Kabid Angkutan Dishub Karawang, Dikhy Gunawan, berdasarkan data terakhir yang dimiliki yakni tahun 2009 lalu ada sekitar 3.000-an angkot yang beroperasi.

Namun seiring berkembangnya zaman dan teknologi, sedikitnya saat tersisa 1.500-an angkutan yang masih bisa bertahan.

“Sekarang kan sudah mulai berkembang pesat angkutan online baik roda dua maupun empat ya, jadi hampir setiap tahunnya, secara drastis banyak trayek yang tidak digunakan karena angkutannya pun semakin berkurang,” kata Dikhy menjelaskan.

Di tempat yang sama, Kasi Angkutan Dishub Karawang, Yunus Kusriwanto membenarkan apa yang diucapkan Dhiky.

Lebih lanjut kepada TV Berita, Jumat (14/8), dikatakannya, selain maraknya angkutan online, pandemi Covid-19 saat ini memberikan dampak yang sangat besar dan membuat nasib angkot semakin terpuruk.

Armada yang aktif mengangkut penumpang pun bisa dihitung menyusut hingga hanya 1000-an saja, apalagi ditambah anak-anak sekolah yang diliburkan karena terdampak wabah Covid-19 dan diberlakukan belajar dan perkuliahan daring, paling dalam satu putaran mereka (angkot) ini hanya membawa dua sampai tiga penumpang saja.

Pasalnya, sebagian besar penumpangnya adalah pelajar dan mahasiswa. Adapun angkot yang saat ini beroperasi sebagian besar rute melintasi pasar. Di luar itu, kebanyakan memilih berhenti.

“Ya, contoh misalnya pada saat kami (Dishub) mensosialisasikan Covid-19, agar menerapkan social distancing atau jaga jarak dengan 70 persen jumlah penumpang, mereka para supir angkut ini justru mengeluh bisa membawa 30 persen saja sudah beruntung,” kata Yunus mengungkapkan.

Menurut Yunus, khusus untuk pengemudi angkot yang saat ini beroperasi sebagian besar adalah pemilik armada. Ada juga mobil milik majikan yang masih berbaik hati untuk tidak mematok setoran terlalu tinggi.

“Paling sehari ada yang dapat cuma Rp 50 ribu sampai Rp. 100 ribu, itu sudah lumayan, meski menurut mereka belum dipotong bensin, setoran, makan dan minum di jalan, tapi mereka nggak punya pilihan. Jadi ya tetap narik,” pungkasnya. (nna/fzy)