Beranda Bekasi Pasca Ribut di Kantor, Pengurus DPD Golkar Ambil Langkah Hukum, Laporkan Andy

Pasca Ribut di Kantor, Pengurus DPD Golkar Ambil Langkah Hukum, Laporkan Andy

TVBERITA.CO.ID – Pengurus DPD Partai Golkar Maryadi mengaku kalau dia bersama teman-teman Pengurus DPD Partai Golkar Kota Bekasi berencana akan melaporkan Andy Iswanto Salim selaku pihak pembeli aset Partai pasca mendatangi Gedung DPD Golkar, Selasa (7/7/20), yang berlambangkan Pohon beringin tersebut di saat berniat ingin memperjuangkan haknya dan menuntut kepastian hukum terkait jual-beli aset yang tak kunjung tuntas.

Polemik jual-beli aset kantor DPD Partai Golkar Bekasi hingga kini tak kunjung usai dan makin memanas. Namun faktanya, Pengurus DPD Golkar mengakui terjadinya aksi jual-beli aset. Seperti yang dikatakan oleh Maryadi, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu).

“Kalau secara rugi, kami juga rugi karena secara beli kami juga belum dibayar kes semua, belum lunas. kalau pak Andi bemenghitung masalah harus ganti sekian, sekian-sekian, tentu saya juga menghitung dong dengan kurs rupiah saat ini,” ungkap Maryadi di gedung DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang terletak di Jl. Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020) siang.

Dirinya bersama-sama teman inisiatif bahwa ini sudah melukai, menyinggung kami sebagai kader Golkar.

“Jadi, kami berencana hari ini akan melaporkan tindakan tidak menyenangkan, karena ini simbol-simbol Golkar kami. Simbol partai politik, karena sejak saya jadi pengurus pun saya berkantor di sini.”

“Ibarat rumah, tahu-tahu ada tamu datang, buka pintu bahkan didalam video saya lihat miris sekali kalau senior saya Hj. Titin diusir, itu bukan tupoksinya,” terang Maryadi.

Lebih lanjut kata Maryadi, tindakan Andi Salim kemarin tidak menyenangkan terhadap simbol-simbol Partai Golkar.

“ini murni inisiatif kita semua. Teman-teman yang lain lagi mengumpulkan bukti-bukti. Tentunya kita hormati institusi kita di sini ya kita akan melaporkan ke Polres Metro Kota Bekasi. Dan kita targetkan sore ini,” papar Maryadi.

Namun saat ditanya terkait kenapa bisa terjadi aksi jual-beli aset partai, Maryadi menjawab kita punya lawyer partai itu domainnya dia, saya tidak menjawab kesana.

“Domain saya, saya sebagai Kader Partai Golkar merasa tersakiti akan melaporkan tindakan tidak menyenangkan karena merasa simbol-simbol Partai Golkar dilecehkan. Di mana beliau membentak-bentak senior saya, mengusir senior saya dan ada saksinya,” jelasnya.

Disinggung soal momen laporan ini apakah tidak membuat makin kisruh di Partai Golkar? Maryadi menjawab yaa bedalah, ini kasusnya beda.

“Pembagian jobdes sudah jelas, Golkar itu banyak bagian-bagiannya. Justru kalau saya tidak ngomong begini dianggap Golkar itu tidak ada,” ujarnya.

Sebelumnya, Abdul Manan selaku Dewan Pembina Partai Golkar Kota Bekasi juga mengakui kalau gedung DPD Golkar Kota Bekasi sudah terjadi kesepakatan jual-beli aset Gedung Golkar Bekasi. (ais/fzy)