Beranda News Pembelian Tanah Warga Diduga Tak Patuhi Harga NJOP

Pembelian Tanah Warga Diduga Tak Patuhi Harga NJOP

PURWAKARTA-Pembelian tanah di Desa Lebak Anyar Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta oleh Pemkab Purwakarta melalui Distarkim Kabupaten Purwakarta seluas 3329 M2 dengan anggaran Rp 4.494.150.000 Miliar yang dibayarkan sekitar bulan April tahun 2020 yang rencananya akan dibuat ruang terbuka hijau diduga tidak patuhi NJOP.

Distarkim Kabupaten Purwakarta hingga hari ini pun belum memberikan keterangan resmi terkait pembelian tanah tersebut, terlebih pembelian tanah yang dibeli dari Zainal Mutaqin mantan Ketua Iwapa Pasar Rebo tersebut dibeli pada masa Pandemi Covid-19.

Pihak Desa Lebak Anyar melalui Sekdes Lebak Anyar Yanti menjelaskan pada saat Pemkab membeli tanah tersebut tidak mengikuti NJOP tetapi berdasarkan Zona Nilai Tanah.

“Kalau NJOP nya Rp.103 Ribu/Meter pak sesuai dengan SPPT data dari kolektor pajak,”jelas Yanti Sekdes Lebak Anyar Jumat (10/9)

“Pada saat itu yang saya tahu perkiraan nilai tanah berdasarkan Zona Nilai Tanah (ZNT), kalau ZNT sendiri hanya dikisaran Rp. 1 Jutaan,”jelasnya

Namun Yanti sendiri tidak tahu persis terkait aturan pembelian tanah warga oleh Pemkab apakah mengacu ke NJOP atau taksiran harga tanah (Appraisal)

Hingga saat ini belum tampak kegiatan apapun dilahan yang dibeli pada masa Pandemi Covid-19 yang menggaungkan Refocusing anggaran di Kabupaten Purwakarta yang tertuang dalam Inpres Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Refocusing Anggaran (trg)

Artikel sebelumnyaGandeng Kemenkes, Putih Sari Gelar Vaksinasi Massal di Karawang
Artikel selanjutnyaGOR Purnawarman Diresmikan, Kelebihan Pembayaran Belum Kembali