Beranda Headline Pemilik Bhakti Medika Berbohong? Argen Akui Bukan Penanggungjawab

Pemilik Bhakti Medika Berbohong? Argen Akui Bukan Penanggungjawab

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG – Namanya disebut-sebut pemilik Klinik Bhakti Medika, sebagai dokter penanggung jawab di klinik tersebut, dibantah langsung oleh dr. Argen.

Kepada TV Berita, Selasa (28/4), dr. Argen mengungkapkan jika dirinya secara legalitas tidak pernah tercatat secara resmi sebagai dokter penanggungjawab di sana karena klinik tersebut tidak mengantongi surat izin praktik (SIP) dan surat izin kerja (SIK).

Meski dia mengakui sempat praktik di klinik tersebut sebagai tenaga medis.

Bahkan ia menegaskan, selama bekerja di sana dirinya tidak pernah tahu, ke mana limbah-limbah medis klinik tersebut dibuang.

“Tetapi saya bukan dokter penanggung jawab di sana, karena secara legalitas perjanjian MoU saya dengan dia tidak ada. Dokter penanggung jawab itu muncul ketika sudah keluar izin praktik, kan aturannya begitu,” jelasnya.

“Dan di klinik tersebut, saya sifatnya hanya membantu, tidak ada perjanjian tertulis. Semua hanya lisan, saya membantu di sana sejak tahun 2018 itu pun karena dia datang ke rumah saya meminta tolong,” tandasnya lagi.

Diungkapkan Argen lebih lanjut, sejak tanggal 15 April 2020 lalu dirinya sudah tidak bekerja lagi di klinik Bhakti Medika karena dikeluarkan oleh pemilik klinik yakni Hendri Subiantoro.

“Saya dikeluarkan dari klinik tersebut alasannya karena pandemi Covid-19 dan klinik mau tutup, meski faktanya klinik tersebut masih buka, bahkan gaji saya pun dipotong selama Covid dan terakhir sebelum berhenti pun gaji saya tidak dibayarkan,” sesalnya.

Lebih jauh Argen mengulas, terkait permasalahan izin klinik, dirinya memang diminta pemilik untuk membantu mengurus tetapi tidak seluruh perizinan dikuasakan, hanya izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup ( UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup serta perizinan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Izin yang saya urus hanya IMB dan UPL/UKL tidak seluruhnya saya urus,” tandasnya.

Sementara untuk izin klinik, karena sudah satu tahun lebih sejumlah dokumen persyaratan masih mengalami kekurangan dan tidak diberikan untuk dilengkapi sehingga ia mengaku tidak bisa melanjutkan.

“Saya selalu meminta berkas perawat, berkas apoteker, saya minta tapi tidak diberikan, sehingga saya tidak bisa jalan mengurus karena masih banyak kekurangan dalam kepengurusan klinik tersebut, dan sekarang saya tidak ada urusan lagi dengan klinik tersebut,” ulasnya.

Bahkan diungkapkannya, izin Klinik Bhakti Medika yang beralamatkan di Jalan Santiong, Cilamaya Wetan itu sudah kedaluwarsa sejak tahun 2017 lalu, bahkan hingga kasus ini muncul, Klinik Bhakti Medika tidak pernah memperpanjang dan memperbaharui izin sesuai persyaratan pendirian klinik hingga perizinan lain seperti izin perawat dan apoteker. (nna/fzy)