Beranda Headline Pemkab Alokasikan 900 Juta untuk Penginapan Tenaga Medis, Laporannya?

Pemkab Alokasikan 900 Juta untuk Penginapan Tenaga Medis, Laporannya?

TVBERITA.CO.ID – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Transparansi Anggaran Penanganan Covid-19 di Kabupaten Karawang antara legislatif dan eksekutif yang digelar beberapa hari lalu. Diketahui jika Pemerintah Daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 900 juta lebih untuk biaya penginapan tenaga medis selama pandemi Covid-19 di Karawang.

Dan dari anggaran sebesar hampir Rp 1 miliar tersebut, sebesar Rp 700 juta sedang dalam proses tahap pencairan.

Hal tersebut diungkapkan Asep Syaripudin, ST., MM., Anggota DPRD Kabupaten Karawang Fraksi Partai Golkar kepada TV Berita, Jumat (12/6).

“Anggaran penginapan ini mencapai Rp 900 juta lebih namun masih ada SILPA ,tidak digunakan semuanya,” kata Asep menyebutkan.

“Dan kalau tidak salah sudah dalam tahap pencairan sebesar Rp 700 juta, laporannya ada sih,” ujarnya lagi.

Namun terkait laporan secara detail dan rincinya, Asep yang juga duduk sebagai Ketua Komisi IV DPRD ini mengatakan jika dalam RDP yang digelar belum disampaikan oleh dinas terkait.

“Kita sudah pertanyakan, namun pada saat rapat dinas belum membawa laporan detailnya by name by address-nya, ada berapa orang tenaga medis yang menginap, siapa aja, dan itu sudah kita minta kepada Pemda untuk dijelaskan,” papar Asep menuturkan.

Oleh karenanya, ia pun berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan laporan secara detail dan rinci dan dapat membuktikan by name bay adress.

Namun demikian, Asep menyampaikan rasa apresiasinya kepada seluruh para tenaga medis yang ada di Kabupaten Karawang atas perjuangannya menangani Covid-19.

“Kami dalam konteks transparansi anggaran ini harus riil, bener gak nih oleh Pemda sudah dibayarkan, inilah kenapa kami lembaga DPRD mendorong kepada pemerintah daerah untuk menyampaikan laporan detail agar tidak terjadi miss persepsi dan dipubliskasikan juga kepada masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu ditemui terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Drs. Acep Jamhuri menyampaikan untuk laporan detail by name by adress itu nanti adalah tugas pemeriksa.

“Dan laporan nanti kita itu terakhir, kalau misalnya diperikas oleh penyidik, BPK dan kalau dengan dewan juga. Dewan juga minta itu. TAPD juga hati-hatilah, gak mungkin kita mencairkan uang lalu kita masukan ke kantong,” kata Sekda Acep santai.

Sekda Acep juga menyanggupi permintaan para anggota dewan untuk mempersiapkan rekapitulasi data resmi secara detail dan rinci realisasi penggunaan anggaran Covid-19 di Kabupaten Karawang dari masing-masing SKPD. Untuk kemudian dipublikasikan atau ditransparansikan kepada masyarakat.

“Memang dalam aturannya begitu, proses awalnya kita melaporkan ke dewan, perkembangannya dilaporkan ke dewan dan ujung-ujungnya juga dilaporkan lagi ke dewan,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang telah menyiapkan 150 kamar hotel untuk tenaga medis.

“Kami siapkan kamar hotel gratis untuk tenaga medis. Jadi para tenaga medis yang khawatir pulang ke rumahnya setelah bertugas mengurus pasien Covid-19 bisa menginap di hotel dengan nyaman,” kata Sekda beberapa waktu lalu.

Saat itu Sekda Acep menuturkan, sebagai garda terdepan penanggulangan pandemi Covid-19, tenaga medis tergolong rentan. Apalagi jika bertugas merawat pasien Covid-19 dari dekat.

Tujuannya untuk mencegah tenaga medis membawa serta virus ke rumah mereka. Sekaligus sebagai upaya melindungi keluarga tenaga medis dari penularan Covid-19.

“Kita sudah bekerja sama dengan salahsatu hotel di daerah Karawang Barat. Kita pikirkan biaya untuk sewa 150 kamar untuk tenaga medis kita,” kata Sekda Acep. (nna/fzy)