Beranda Headline Pemprov Jabar Akan Adopsi Cara Penanganan Pasien di Karawang

Pemprov Jabar Akan Adopsi Cara Penanganan Pasien di Karawang

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG – Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, dr. Fitra Hergyana, SpKK mengungkapkan protap penanganan pasien Covid-19 di Karawang diapresiasi oleh Pemprov Jabar dan rencana akan diduplikasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar). Hal tersebut merupakan sebuah apresiasi bagi para tenaga medis yang selama ini telah bekerja keras dan maksimal menjadi garda terdepan dalam penanganan wabah Corona.

Konsep protap penanganan pasien Covid-19 di Karawang tersebut, tidak terlepas dari andil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana yang beberapa waktu lalu menjalani isolasi di rumah sakit karena terkonfirmasi positif Covid-19.

“Bupati kita latar belakangnya seorang dokter. Beliau juga pernah jadi pasien. Jadi yang diinginkannya, masyarakat yang menjadi pasien harus mendapatkan penanganan sama seperti apa yang beliau terima selama menjalani isolasi,” ungkap dr. Fitra.

Dijelaskan oleh dr. Fitra, tahapan pasien yang hasil rapid testnya menunjukan reaktif maka langsung mendapatkan penanganan di rumah sakit.

“Tim dokter langsung melakukan tindakan penanganan, anamnesis oleh tim dokter spesialis kepada pasien, mulai dari dokter penyakit spesialis dalam, spesialis paru, Spesialis THT, spesialis Patologi Klinik dan lain-laij ada dalam tim kami. Setelah itu dilakukan pemeriksaan laboratorium, foto Rontgen Thorax, bahkan ada yang CT Scan, sampai dengan pemeriksaan Swab. Jadi pemeriksaannya komprehensif secara medis, sampai dengan dinyatakan sembuh,” kata dr. Fitra saat diwawancarai, Senin (11/5/2020) pagi di Makodim 0604 Karawang.

“Kita juga punya alat PCR, minggu kemarin telah divisitasi oleh Gugus Tugas Provinsi Jabar dan Dinas Kesehatan Jawa Barat, sehingga membantu mempercepat proses diagnosa. Sebab sebelumnya untuk mengetahui hasil lab bisa sampai 12 hari. Dengan alat PCR ini sangat membantu penegakan diagnosis dan pengambilan keputusan tata laksana,” kata dia.

Menurut dr. Fitra, hasil tes rapid negatif pada seseorang bisa karena yang bersangkutan sudah masa pemulihan, di mana jumlah virus yang masuk ke tubuh sudah berkurang atau justru baru akan naik atau bertambah, sehingga tetap harus social distancing dan physical distancing serta PHBS.

“Karena perlu juga diwaspadai, sebab di Karawang ada yang rapid reaktif, dapat menularkan sampai lim rantai. Bisa juga karena carrier dan bisa menularkan,” ucap dr. Fitra.

“Pasien positif Corona yang telah dinyatakan sembuh, apabila tidak menjaga diri dengan social dan physical distancing bisa juga terpapar kembali, sehingga kita semua perlunya mengikuti anjuran pemerintah mengenai penyakit ini. Dan jangan lupa untuk tetap menggunakan masker,” tutupnya. (nji/fzy)