KARAWANG, TVBERITA.CO.ID– Kabar adanya perpecahan internal di tubuh dua partai diduga menjadi alasan kuat berlarut-larutnya proses pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di parlemen.
Pasalnya, sejak dilantik tanggal 5 Agustus lalu hingga hari ini dua partai pemenang Pemilu tersebut belum juga menentukan siapa unsur pimpinan definitifnya.
Rumor beredar di lapangan, perebutan kekuasaan di antara calon-calon terbaik mereka membuat kedua partai pemenang tersebut kebingungan menentukan siapa yang layak untuk duduk di kursi panas unsur pimpinan DPRD Kabupaten Karawang.
Padahal sejumlah agenda kerja penting sudah menanti, dari mulai pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan, KUA PPAS Anggaran Murni 2020 dan agenda kerja lainnya.
Sementara, Wakil rakyat yang lain pun dibuat gelisah menunggu, sebagian besar dari mereka bahkan kebingungan untuk datang ngantor ke gedung putih dengan alasan tidak tahu harus bekerja apa dan akan duduk di Komisi mana.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Karawang, Pendi Anwar, ketika dikonfirmasi tvberita.co.id mengatakan, kemungkinan hari ini (Kamis, 29 Agustus) partai Demokrat akan mengumumkan siapa yang akan duduk sebagai ketua definitif DPRD Kabupaten Karawang.
“Informasi terakhir kemarin, namun masih belum ada keputusan. Kemungkinan hari ini ada rapat lagi, untuk pembahasan dan bisa diketahui hasilnya,” katanya.
Menurut Pendi, pihaknya pun ingin SK Ketua DPRD ini turun secepatnya, namun karena hal tersebut adalah kewenangan DPP Partai Demokrat, oleh karenanya pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.
Ia pun mewajarkan jika adanya kegelisahan dari anggota DPRD yang lain, karena memang sejumlah agenda pembahasan sudah menanti dengan waktu yang mepet sekali.
“Tapi bagaimana lagi, kita hanya bisa sabar menunggu, kalau saja menjadi kewenangan DPC mungkin sudah sejak kemarin alat kelengkapan dewan ini terbentuk,” imbuhnya.
Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Karawang, Ajang Supandi, mengatakan SK DPP untuk posisi Wakil Ketua I dari partai Gerindra kemungkinan baru akan turun di Hari Jumat (30/8) besok.
Disoal alasan lamanya SK tersebut turun, Ajang hanya singkat mengatakan alot. “Kira-kira Jumat ya kemungkinan, karena masih alot,” kata Ajang seraya enggan memperjelas lebih lanjut kata “Alot” yang dimaksudkannya. (Nna/kie)









