Beranda Karawang Pesan Suara Mobilisasi Kades ke Cellica-Aep, Pengamat: Bawaslu Jangan Ragu

Pesan Suara Mobilisasi Kades ke Cellica-Aep, Pengamat: Bawaslu Jangan Ragu

TVBERITA.CO.ID –¬†Pengamat politik dan pemerintahan Kabupaten Karawang, Asep Agustian SH., MH., turut menyoroti viralnya rekaman suara Kepala Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Lemah Abang, Saepudin atau yang biasa disapa Lurah Betong, di media sosial beberapa hari kemarin.

Dikatakan Asep, sudah sangat jelas dalam Undang-Undang Pilkada, Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Aparatur Desa (Kepala Desa) dilarang terlibat atau melibatkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“ASN dan Kepala Desa itu harus netral, karena hal ini jelas diatur dalam Undang-Undang dan jika melanggar akan ada sanksi pidananya,” kata Asep menegaskan.

Terkait rekaman suara yang diduga isinya memobilisasi para kepala desa di salah satu kecamatan demi kepentingan salah seorang calon, Asep mendorong kepada pasangan calon lainnya yakni Ahmad Zamakhsyari-Yusni Rinjani, dan Yesi Karya Lianti-Adly Fairuz untuk melaporkannya ke Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu) Kabupaten Karawang.

“Agar jelas duduk permasalahannya dan terang benderang, saya menyarankan dan mendorong, calon bupati Jimmy atau Yesi untuk melaporkannya ke Bawaslu,” tegasnya.

Mengapa demikian, karena jika dibiarkan ungkap Asep, tidak akan ada efek jera. Dan calon yang di dalam rekaman tersebut dipanggil “teteh” ini dikhawatirkan ke depannya akan menggunakan kekuasaannya memobilisasi para kepala desa dan ASN untuk meraih kemenangannya.

“Ini baru saja mau mendaftar, apalagi nanti ketika sudah masuk masa kampanye dan pencoblosan, harus ada yang berani melaporkan, demi tegak dan terciptanya pesta demokrasi Kabupaten Karawang yang jujur dan adil,” ujarnya.

“Dan dari rekaman itu kita sama-sama saksikan jika calon petahana diduga menggerakkan massa dengan melibatkan kepala Desa. Padahal kita sangat mengharapkan adanya netralitas dalam pilkada ini,” sesalnya lagi.

Ia pun mengingatkan ASN atau perangkat desa agar jangan mau terhasut meskipun yang menggerakkan adalah atasannya, karena jika kedapatan akan ada sanksi berat yang menanti bahkan bisa berujung pemecatan.

Dan untuk Bawaslu Kabupaten Karawang, Asep berpesan, jangan ragu untuk mengusut tuntas dan menindak segala bentuk kecurangan demi lancar dan tegaknya demokrasi.

Terlebih lagi saat ini, ada dua calon bupati yang datang dari petahana. Netralitas Bawaslu adalah salah satu kunci suksesnya pesta demokrasi masyarakat Karawang yang akan digelar tanggal 9 Desember mendatang.

“Bawaslu harus netral, tegas dan berani mengusut tuntas persoalan rekaman tersebut, dan bahkan saya baca di salah satu media kepala desa tersebut membenarkan dan mengakui rekaman itu,” ulas Asep.

“Bahkan di dalam rekaman itu ada disebutkan soal ongkos, ini jelas tidak bisa dibiarkan, Bawaslu ayo jangan diam, buktikan kepada rakyat jika kalian digaji oleh rakyat untuk menciptakan Pilkada yang Jujur dan Adil,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Beredar pesan suara diduga berbau mobilisasi massa kepada para kepala desa terhadap salah seorang bakal calon bupati Karawang dari petahana Cellica Nurrachadianna, yang berpasangan dengan seorang pengusaha, Aep Saepulloh sebagai bakal calon wakilnya (Cellica-Aep).

Bahkan dalam voice note tersebut menyebutkan adanya ongkos atau biaya pengganti. (nna/fzy)