Beranda Bekasi Polemik Aset, Petinggi DPD Golkar Kota Bekasi Mangkir dari Panggilan Polda Metro...

Polemik Aset, Petinggi DPD Golkar Kota Bekasi Mangkir dari Panggilan Polda Metro Jaya

TVBERITA.CO.ID – Beberapa pejabat Partai Golkar Kota Bekasi mangkir dari panggilan Polda Metro Jaya terkait polemik gedung DPD Golkar yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Demikian disampaikan Andi Iswanto Salim di Gedug DPD Golkar Kota Bekasi, Kamis (13/8/20).

Selain itu, Andi Salim sapaan akrabnya juga mengaku bahwa pemeriksaan tetap berjalan. Saat ini yang sudah datang ke Polda adalah Ketua DPD Golkar Kota Bekasi Rahmat Effendi.

“Yang sudah dipanggil tapi belum datang ke Polda tiga orang lainnya adalah Abdul Manan, Abdul Hadi, dan Nirwan Fauzi. Saat ini mereka sudah mendapat surat panggilan kedua,” jelas Andi Salim.

“Tidak hadirnya mereka yang pertama karena banyaknya kegiatan. Itu mereka mengirim surat ke Polda dengan alasan tersebut, Pepen (Sapaan akrab Rahmat Effendi) sudah datang ke Polda meski tidak tepat waktu,” papar Andi Salim.

“Untuk saksi dari pihak saya, dan saya sendiri sudah semuanya hadir di Polda,” bebernya.

Terkait dirinya memberikan respon tersebut karena, Ia membaca dan mendengar dari media bahwa mengenai pernyataan Rahmat Effendi bahwa permasalahan gedung DPD Golkar Kota Bekasi sudah clear.

“Maka saya berikan jawaban sekarang ini belum ada itu clear and clear. Masa duit yang saya kasih lalu dia belikan tanah yang di depan Revo, lalu diserahkan ke DPP trus dia bilang clear ke mana-mana, clear yang mana yang dia maksud?” tegas Andi Salim seraya bertanya.

Terus, lanjut dia, mungkin menjadi sebuah persyaratan, jika masalah gedung atau aset ini sudah clear Musda sudah bisa digelar. Dia memastikan tidak ada kaitannya Musda dengan permasalahan aset gedung Ini.

“Saya pastikan tidak ada kaitannya masalah aset Gedung Golkar Kota Bekasi dengan ditundanya Musda,” ungkapnya.

Untuk diketahui, lewat Tanda Bukti Laporan Nomor: TBL/3887/VII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, Andy Iswanto Salim melaporkan para Petinggi DPD Partai Golkar Kota Bekasi diantaranya Rahmat Effendi (Wali Kota Bekasi), Abdul Manan, Abdul Hadi, dan Nirwan Fauzi dengan tuduhan penipuan dan atau penggelapan dan atau memberikan keterangan palsu ke dalam akta otentik. (ais/fzy)