Beranda Headline Belum Serahkan Surat Persetujuan Pengunduran Diri, 6 Kades Nyaleg di Karawang Potensi...

Belum Serahkan Surat Persetujuan Pengunduran Diri, 6 Kades Nyaleg di Karawang Potensi TMS

Pengunduran diri kades karawang
Komisioner KPU Karawang, Kasum Aceng Sanjaya.

KARAWANG – Komisioner KPU Karawang, Kasum Aceng Sanjaya menyebut, hingga kini bacaleg dari enam kepala desa (kades) yang lolos daftar calon sementara (DCS) masih belum melengkapi berkas persyaratan.

Berkas persyaratan yang dimaksud yakni surat persetujuan pengunduran diri kades dari lembaga yang berwenang, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Karawang.

Baca juga: KPU Tetapkan 692 DCS DPRD Karawang, 142 Bacaleg Dicoret

“Kaitannya sampai dengan DCS, persyaratan yang harus dipenuhi hanya surat pengunduran diri. Sementara nanti ketika DCT itu harus ada surat khusus persetujuan pengunduran diri bacaleg dari lembaga yang meng SK-kan yang bersangkutan,” papar Aceng, Rabu, 30 Agustus 2023.

Jika sampai pencermatan DCT syarat tersebut urung dikeluarkan, maka otomatis pencalonannya akan gugur. “Otomatis pencalonannya tidak memenuhi syarat (TMS) dan akan berkurang, karena asumsinya DCT itu akan sama dengan atau kurang dari DCS,” kata dia.

Baca juga: Delapan Muara di Karawang Dangkal, Kapal Nelayan Sulit Merapat ke Pelelangan Ikan

Untuk diketahui, keenam kades yang jadi bacaleg ini ialah Alex Sukardi, Kades Karyamulya, Kecamatan Batujaya, yang maju lewat Partai Golkar.

Lalu ada H Rusli SE, Kades Segaran, Kecamatan Batujaya lewat Partai PKS.

Kemudian Ebeh Halim, Kades Duren, Kecamatan Klari sebagai bacaleg Partai Golkar.

Ada juga Abah Salwani, Kades Kemiri, Kecamatan Jayakerta, lewat PKB.

Baca juga: Sawah Dilanda Kekeringan, DPRD Karawang Ingatkan DPKP Perkuat Mitigasi

Selanjutnya H Buchori, Kades Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Kulon yang maju melalui Partai NasDem.

Dan terakhir adalah H Darna, Kades Dongkal, Kecamatan Pedes yang maju lewat PDI-P.

Sementara, Kepala DPMD Karawang, Wiwiek Trisnawati mengaku masih memproses surat persetujuan pengunduran diri dari para kades yang maju jadi bacaleg. (*)