Beranda Karawang Prihatin dengan 2 Lansia yang Tinggal di Kandang Kambing, Gerindra Karawang Berikan...

Prihatin dengan 2 Lansia yang Tinggal di Kandang Kambing, Gerindra Karawang Berikan Sejumlah Bantuan

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Prihatin dengan nasib hidup Mak Uka (80 thn) dan Mak Icih (70 thn), dua janda tua yang harus tinggal seatap dengan kambing.

 

Ketua DPC Partai Gerindra Karawang, Ajang Supandi dengan didampingi dua anggota DPRD Kabupaten Karawang Fraksi Partai Gerindra, Taman dan Yusni Rinjani, melihat langsung kondisi kedua nenek kakak beradik warga Desa Medang Asem, Kecamatan Jayakerta, Karawang, Jawa Barat, tersebut, Sabtu pagi (7/9).

Pada kesempatan tersebut, Ajang memberikan bantuan berupa sejumlah uang tunai bagi kebutuhan hidup sehari-hari keduanya, pihaknya juga akan turut membantu membangunkan rumah tinggal yang layak bagi mak Icih dan mak Uka.

“Prihatin sekali ya, mereka berdua sebatangkara, dan terpaksa menikmati masa senja dengan tinggal di tempat sangat tidak layak seperti ini,” kata Ajang.

Diungkapkannya, selain bantuan uang tunai dan rumah layak huni, anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) II pun akan memberikan bantuan berupa 50 Kg beras setiap bulannya.

“Sudah puluhan tahun mereka tinggal di kandang kambing, meski tidak banyak yang bisa kami lakukan, namun sudah selayaknya kita yang mampu memberikan mereka kebahagian dan keperdulian,” kata Ajang yang juga merupakan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Karawang ini.

Dijelaskannya, rumah kedua nenek kakak beradik tersebut tidak lama lagi akan dibangunkan rumah layak huni oleh pemerintahan desa setempat melalui dana desa pada bulan Oktober mendatang.

“Saya sudah ngobrol dengan kepala desa setempat, dan rumah nenek Icih dan nenek Uka akan segera dibangun, sehingga mereka tak perlu lagi tinggal bersama kambing- kambing, dan saya siap membantu jika memang ada hal lain yang dibutuhkan,” jelasnya lagi.

Dari pantauan tvberita.co.id di lokasi, Nenek Uka dan Nenek Icih, hidup sebatang kara tanpa suami maupun anak-anak.

Keduanya tinggal disebuah rumah gubuk berukuran 3 x 6 meter. Rumah itu hanya berdindingkan bilik dan tiang dari bambu yang mulai rusak dimakan waktu. Lantai rumah tersebut juga hanya beralaskan tanah dan beratap genting tanah liat.

Tak hanya itu, kedua nenek ini juga tinggal seatap dengan beberapa ekor kambing peliharaan yang bukan miliknya. Namun milik orang lain, dan jika dijual mereka akan diberikan sejumlah upah.

“Kalau tidur bareng sama kambing dan malam hari tidak ada penerangan, hanya cahaya lampu minyak. Kami hidup dari hasil mengangon kambing-kambing ini, dan upah kami akan diberikan setelah kambing-kambing ini dijual,” ujar Mak Icih kepada tvberita.co.id menceritakan. (nna/kie)

Komentar Facebook