Beranda Karawang PRKP Pasang Puluhan Kursi Pedestrian, Natala: Dipercantik Gak Perlu Lewat APBD

PRKP Pasang Puluhan Kursi Pedestrian, Natala: Dipercantik Gak Perlu Lewat APBD

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID– Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Karawang (DPRKP), mengalokasikan anggaran sebesar kurang lebih Rp190 juta untuk menyediakan puluhan kursi taman di sepanjang trotoar Jalan Ahmad Yani, By Pass Karawang Kota.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas PRKP, Ramon Wibawalaksana, kepada Tvberita, pada saat ditemui di sela-sela Rapat Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Karawang, Jumat (2/11).

Akan tetapi, Ramon menuturkan, untuk penghalang jalan, seperti besi-besi dan pot-pot sebagai penghalang kendaraan bermotor agar tidak naik ke trotoar, baru akan dianggarkan tahun 2020 mendatang.

“Paling akan kita anggarkan di tahun 2020 mendatang, untuk besi-besi dan pot-pot bunga dan lainnya,” kata Ramon menjelaskan.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Karawang Fraksi PDI-Perjuangan, Natala Sumedha, mengatakan yang namanya ruang terbuka hijau itu tidak harus dibangun melalui APBD, namun bisa melalui CSR.

Menurutnya, pemerintah daerah menginginkan dinas memiliki keberanian untuk mampu mengeksplore setiap perusahaan yang ada, untuk menggali potensi CSR-CSR yang bisa membantu pertamanan.

“Ini yang kami sangat harapkan, meskipun APBD karawang sedang mengalami defisit, namun dinas bisa mencari solusi. Contoh taman I Love Karawang, itu bisa dibangun melalui CSR, kenapa yang lain tidak mungkin,” Kata Natala memaparkan.

Ditandaskan Natala, selama pemerintah mampu menjelaskan manfaat CSR ini kepada pihak perusahaan, bantuan pasti akan disalurkan oleh pihak perusahan untuk mempercantik pedestrian kota Karawang.

“Kami berharap dinas-dinas teknis dapat membantu menggali potensi yang ada, jangan hanya mengandalkan APBD. Dan ini kembali kepada mindset dinas teknis terkait yang menggunakan anggarannya,” tandasnya.

Ia pun menegaskan, agar Perda Ruang Terbuka Hijau, jangan hanya dijadikan dasar pembuatan RTH saja, tetapi juga bagaimana memikirkan pemeliharaannya dengan mengalokasikan anggarannya.

“Jangan hanya membangun taman di mana-mana, tetapi percuma jika kemudian harus mati karena tidak terpelihara. Ini pemborosan. Cobalah dievaluasi, toh nomenklaturnya sama antara pembuatan dan pemeliharaan,” pungkasnya. (nna/kie)