Beranda Headline Produk Mie Instan Indonesia Menjadi Alat Seks Transaksional di Ghana

Produk Mie Instan Indonesia Menjadi Alat Seks Transaksional di Ghana

Seks transaksional
Ilustrasi Mie Instan (Foto: net.)

TVBERITA.CO.ID – Kaum perempuan, bisa dibilang, menjadi salah satu pihak yang paling terdampak parah saat pandemi COVID-19. Mulai dari aspek finansial, pekerjaan, kehidupan rumah tangga, hingga keamanan.

Hal pilu harus dialami perempuan di Ghana, Afrika Barat, akibat pandemi COVID-19 yang membuat kehidupan mereka kian sulit. Tingkat kemiskinan yang meningkat akibat pandemi COVID-19 membuat perempuan Ghana terpaksa melakukan seks transaksional. Salah satu benda yang dijanjikan untuk perempuan Ghana jika mereka mau berhubungan seks adalah produk mie instan asal Indonesia.

Produk mie instan asal Indonesia ini memang mendunia, tak terkecuali di Ghana. Produk mie instan ini disebut menjadi alat transaksi seks oleh perempuan di Ghana.

Baca juga: Kisah 18 Tahun Pengabdian Guru Honorer di Karawang: Ingin Mengubah Nasib Jadi PPPK Jelang Pensiun

Seks Transaksional dengan Imbalan Mie Instan Indonesia

Sebuah studi oleh Star Ghana Foundation pada 2020 mengungkapkan bahwa perempuan muda di Ghana diiming-imingi berbagai barang sebagai imbalan jika mereka mau melakukan hubungan intim dengan pelaku, dilansir dari lama YEN. Akibatnya, terjadi peningkatan angka kehamilan di kalangan remaja.

Karena tingkat kemiskinan di Ghana, terutama saat pandemi COVID-19, remaja perempuan terpaksa melakukan seks transaksional. Adapun imbalannya berupa pulsa, uang, hingga produk mie instan asal Indonesia.

“Dalam beberapa kasus, terdapat isu ‘seks transaksional’, di mana beberapa orangtua juga mendorong anak-anak mereka untuk melakukan hal tersebut, sehingga mereka dapat memperoleh penghasilan yang cukup untuk menghidupi diri mereka sendiri,” ungkap pakar gender dan ketenagakerjaan Bashiratu Kamal dalam sebuah acara dialog nasional tentang kekerasan seksual dan berbasis gender yang diadakan oleh STAR-Ghana Foundation, dilansir dari World of Buzz.

Baca juga: Saber Pungli Karawang Pastikan SMPN 1 Kotabaru Kembalikan Uang Pungutan PPDB ke Wali Murid

Kamal menjelaskan para ibu mendorong putrinya untuk melakukan seks transaksional karena mereka percaya bahwa pria tersebut dapat membantu putrinya lebih dari yang dia bisa.

“Orangtuanya tidak bekerja, mereka berada di rumah dan mereka harus bertahan hidup. Jadi mereka melakukan ini untuk mendapatkan uang,” tambahnya.